KPK Akan Hentikan 4 Kasus, Desmond Khawatir KPK Jadikan SP3 sebagai ATM

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa khawatir KPK menyalahgunakan kewenangan terbitkan SP3 sebagai ATM.

KPK Akan Hentikan 4 Kasus, Desmond Khawatir KPK Jadikan SP3 sebagai ATM
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa meminta KPK tak menjadikan SP3 sebagai ATM.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki kewenangan menerbitkan SP3 atau Surat Penghentian Penyidikan Perkara. 

Desmond khawatir KPK menggunakan kewenangan menerbitkan SP3 itu untuk memeras tersangka atau menjadikan tersangka sebagai mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Desmond Mahesa menyampaikan permintaan itu saat Rapat Dengar Pendapat antara Komisi III DPR dengan KPK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/11).

Pada rapat tersebut, Komisi III meminta penjelasan dari KPK soal kasus-kasus korupsi yang belum selesai.

Menurut Desmond, kasus-kasus yang belum selesai tersebut juga terkait dengan kewenangan KPK menerbitkan SP3.

Kewenangan tersebut tertuang dalam Undang-undang KPK yang direvisi.

"Ada tidak catatan yang layak diberikan terkait SP3, agar semua yang berkaitan dengan SP3 paham. Kasus-kasus lama yang terselesaikan. Kriterianya perlu," ujar Desmond.

KPK Bakal Hentikan 4 Kasus Korupsi, Segera Terbitkan SP3, Ini Alasannya

Terkait SP3 tersebut, Desmond menegaskan harapannya kepada KPK.

Politikus Partai Gerindra itu tidak ingin KPK menyalahgunakan kewenangan menerbitkan SP3.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved