Penumpang Sriwijaya Pilih Naik Garuda

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Sriwijaya Air dikabarkan kembali memanas. Bahkan Garuda mengumumkan

Penumpang Sriwijaya Pilih Naik Garuda
Tribun Manado / Mochammad Ade Pamungkas
Calon penumpang meminta refund di Maskapai Sriwijaya Air di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Jumat (8/11/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Sriwijaya Air dikabarkan kembali memanas. Bahkan Garuda mengumumkan bahwa maskapai penerbangan Sriwijaya Air bukan lagi bagian dari maskapai milik pemerintah itu. Hubungan yang tak harmonis itu berbuntut pada pelayanan Sriwijaya Air hingga ke daerah termasuk Kota Manado.

Pilkada Tidak Langsung Setelah Tahun 2020

Puluhan calon penumpang dari Manado tujuan Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia ‘telantar’. Pantauan tribunmanado.co.id di Bandara Udara Sam Ratulangi Manado pada Jumat (8/11/2019), Customer Service Sriwijaya Air di Bandara Samrat dikerumuni calon penumpang.

Banyak di antara calon penumpang yang meminta refund (uang kembali) kepada pihak Sriwijaya Air. Satu di antaranya Adi Haryadi. Karyawan perusahan ritel di Jakarta ini mengaku berkunjung ke Manado selama 2 pekan. Ia ditugaskan dari perusahaannya.

Adi seharusnya berangkat ke Jakarta pada Rabu malam. Tapi penerbangan cancel. "Pada saat itu kami diberikan 2 pilihan, yaitu antara dicarikan maskapai lain atau refund, hanya 14 orang yang langsung dapat maskapai baru yang berangkat Kamis pagi," ungkapnya saat ditemui di Ruangan Customer Service Jumat sekira 12.00 Wita.

Kata dia, selain 14 orang, banyak yang memilih refund dan cari maskapai lain atau dibantu carikan oleh pihak Sriwijaya Air di hari lain. Tapi tidak ada kepastian, kapan mereka akan berangkat. Adi lebih memilih untuk refund. "Nggak jelas dan nggak ada kepastian. Agar bisa cepat pulang, mending cari sendiri maskapai lain," sahutnya.

Ia bahkan sampai menginap semalaman di bandara untuk menunggu kepastian maskapai. "Baru kali ini sih ngerasain nunggu dan nginap di bandara," ujar warga Bandung ini. Karena tidak ada kepastian dan delay tersebut, pekerjaannya sampai terbengkalai selama 2 hari. Tapi syukurnya, pihak kantor memaklumi hal tersebut. Sebelumnya, ia tidak tahu menahu bahwa cancel operation dari Sriwijaya Air juga terjadi di daerah lain. Ia memilih refund dan berencana mencari maskapai Garuda Indonesia.

Gerindra Ajukan Empat Nama Cawagub DKI

Kantor Sriwijaya Air di Jalan Piere Tendean Manado terlihat tidak beroperasi pada Jumat kemarin. Menurut security di area Kantor Sriwijaya, kantor tersebut sudah tutup sejak Rabu lalu. "Hari Selasa (5/11) dia (Sriwijaya) masih buka," tutur sang petugas. Ia dan rekannya pun menyebutkan kalau sejak hari Rabu sore sejumlah pelanggan Sriwijaya Air berdatangan ke kantor tersebut untuk mempertanyakan tentang pembatalan penerbangan yang dilakukan pihak maskapai.

"Bahkan sempat ada satu orang bapak yang menunggu sangat lama karena mau melakukan refund," kata dia. Lanjutnya, kantor tersebut sempat buka pada Kamis sore, namun pintunya hanya terbuka sedikit sehingga ia tidak tahu apa yang terjadi di dalam. Pada saat itu, seorang karyawati Sriwijaya yang mengenakan pakaian bebas (tidak berseragam Sriwijaya) tampak sedang melayani seorang ibu.

Hasil pantauan tribunmanado.co.id tampak 2 buah mobil Daihatsu Luxio berstiker Sriwijaya Air terparkir di depan kantor yang berada di blok 12A.
Satu mobil Luxio berwarna putih dengan plat B 1779 PYK berada persis di depan kantor sedangkan Luxio berwarna hitam dengan plat B 1090 PKR terparkir di seberangnya.

Menurut beberapa orang karyawan yang bekerja di sekitar Kantor Sriwijaya, mobil tersebut sudah terparkir sejak Rabu (6/11) dan tidak pernah terlihat keluar dari area parkir. Selain itu, terdapat satu buah mobil Luxio lain berwarna biru sedikit keabu-abuan dengan stiker Nam Air yang terparkir di dekat area parkir motor Kawasan Manado Town Square.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved