Editorial Tribun Manado

Selamat Bekerja, Pak Presiden!

Ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Jokowi yang kembali terpilih menjadi presiden untuk periode 2019-2024.

Kantor Staf Presiden
Dilantik - Presiden dan Wapres RI terpilih, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, dilantik dalam Sidang Paripurna MPR RI di Jakarta, Minggu (20/10/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - 20 Oktober 2014, Joko Widodo dilantik sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia untuk periode 2014-2019. Lima tahun lalu, Jokowi bersama Jusuf Kalla mengalahkan pesaing mereka, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, pada pemilihan presiden dan wakil presiden.

Jokowi merupakan sosok yang populis. Awalnya dikenal sebagai wali kota yang berhasil mengelola Solo. Ia kemudian menapaki karier politik lebih lanjut sebagai gubernur di Ibu Kota Indonesia, Jakarta.

Kebijakan-kebijakannya selama jadi gubernur bersifat populis. Namun, jabatan gubernur yang ia sandang tak sampai satu periode, hanya dua tahun. Jokowi kemudian menjadi calon presiden pada 2014. Ia bersama Jusuf Kalla berhasil merebut hati rakyat.

Selama lima tahun, pemerintahan Jokowi berhasil menjaga inflasi di kisaran 3-4 persen dalam kurun waktu 4 tahun terakhir sejak 2016. Pemerintah berhasil mempertahankan tingkat inflasi dengan stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pemerintahan Jokowi juga berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi satu digit. Angka kemiskinan mencapai 9,2 persen pada 2018, turun dari 11,25 persen pada 2014. Sebenarnya target dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) ada di kisaran 5-6 persen.

Keberhasilan lainnya berdasarkan RPJMN adalah indeks pembangunan manusia, penurunan prevalensi stunting, lama pendidikan, dwelling time, dan rasio elektrifikasi.

Ini Perbandingan Pidato Presiden Jokowi pada Pelantikan 2014 dan 2019

Namun, pemerintah Jokowi pada periode 2014-2019 belum bisa memenuhi target pertumbuhan ekonomi. Sempat menargetkan berada 7 persen, nyatanya, pertumbuhan ekonomi lebih rendah RPJMN 2010-2014 yang rata-rata mendekati 5,5-6 persen.

Ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Jokowi yang kembali terpilih menjadi presiden untuk periode 2019-2024. Aspek-aspek yang terkait dengan kondisi ekonomi masih belum memenuhi harapan publik.

Hasil survei Alvara Research Center, lima aspek dengan kepusaan terendah adalah kondisi ekonomi nasional sebesar 68,8 persen; kesejahteraan tenaga kerja sebesar 65,5 persen; kemudahan lapangan kerja sebesar 58,9 persen; pengentasan kemiskinan sebesar 58,4 persen dan stabilitas harga bahan pokok sebesar 58,1 persen.

Prabowo Subianto, Sandiaga Uno & Jusuf Kalla Terima Penghormatan saat Acara Pelantikan Presiden

Survei tersebut berlangsung pada 12-31 Agustus 2019. Metode pengambilan sampel survei ini menggunakan multi-stage random sampling. Sebanyak 1.800 responden berusia 14-55 tahun dipilih dan diwawancarai secara tatap muka. Demikian dikutip dari Kompas.com.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah penyelesaian pelanggaran HAM. Pada Pilpres 2014, Jokowi membawa semangat baru bagi korban kasus pelanggaran HAM. Namun, pegiat HAM menganggap Jokowi belum menyelesaikannya.

Tahun ini, Jokowi kembali menapaki kepemimpinan sebagai Presiden Indonesia untuk periode kedua. Ia akan memimpin Indonesia bersama Ma’ruf Amin untuk lima tahun ke depan. Rakyat Indonesia tentu berharap banyak kepada presiden.

Selamat bekerja, Pak Presiden! (*)

Ini Bocoran Nama-nama Kabinet Jokowi: Beberapa Kandidat dari Sulut

Megawati-SBY Beriringan Namun Beda Lift

Pantun Bugis Apresiasi Jusuf Kalla

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved