Editorial Tribun Manado

Gali Kebudayaan Lokal

Masyarakat Sulut tentu boleh berbangga dengan raihan IPK ini. Hanya, angka bukan sekadar acuan dalam pembangunan kebudayaan, tapi laku.

Gali Kebudayaan Lokal
ISTIMEWA
Penari Kabasaran di HUT Minsel 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Provinsi Sulawesi Utara berada di peringkat sembilan indeks pembangunan kebudayaan (IPK) nasional dengan nilai 56,02 . IPK Sulawesi Utara bahkan berada di atas rata-rata nasional. Dengan menggunakan data tahun 2018, Badan Pusat Statistik merilis nilai IPK nasional sebesar 53,74.

IPK diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pembangunan Nasional/Bappenas dan Badan Pusat Statistik di Istora Senayan Jakarta Kamis, 10 Oktober 2019, bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Kebudayaan Nasional.

IPK ini adalah instrumen baru untuk mengukur secara spesifik capaian kinerja pembangunan kebudayaan di setiap provinsi di Indonesia. IPK tersebut menjadi pertama di Indonesia, bahkan di dunia.

Indeks Pembangunan Kebudayaan mengacu pada kerangka pengukuran kebudayaan yang disusun UNESCO, yaitu Culture Development Indicators (CDIs) serta menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan pembangunan kebudayaan di tingkat nasional dan daerah.

Indeks tersebut terdiri dari 31 indikator penyusun yang dirangkum dalam tujuh dimensi pengukuran, yakni ekonomi budaya, pendidikan, ketahanan sosial budaya, warisan budaya, ekspresi budaya, budaya literasi, dan gender.

"IPK bukan mengukur nilai budaya, tetapi lebih memotret pencapaian pembangunan kebudayaan di wilayah tersebut," ujar Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Margo Yuwono seperti dikutip dari Kompas.com.

Dia menambahkan, IPK menjadi suatu tolok ukur untuk berbagai kebijakan dan program yang berkaitan dengan pembangunan kebudayaan, sebagaimana Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Sulut Fery Sangian mengatakan, capaian IPK Sulut cukup membanggakan. Namun, dia berharap ke depan rangking IPK ini bisa terus naik.

Sangian mengharapkan sinergitas antarlembaga di pemerintahan dengan masyarakat terus ditingkatkan.

BERITA POPULER:

Dipecat karena Status Istri, Dandim Kendari Akhirnya Angkat Bicara: Saya dan Keluarga Ikhlas

Detik-detik Buzzer Istana Tak Diizinkan Dampingi Prabowo yang Akan Bertemu Jokowi di Istana Merdeka

Sosok Istri Sah Rhoma Irama, 35 Tahun Setia Dampingi Meski Sering Dipoligami, Begini Kondisinya

"Masyarakat sebagai pelaku seni budaya, masyarakat sebagai pemilik, ataupun pengapresiasi seni budaya sehingga pembangunan kebudayaan di Provinsi Sulut semakin terintegrasi dan solid," kata Sangian kepada tribunmanado.co.id, Sabtu (12/10/2019).

Masyarakat Sulut tentu boleh berbangga dengan raihan IPK ini, apalagi dengan nilai yang di atas rata-rata nasional. Namun demikian, masih ada delapan daerah lain yang indeks pembangunan kebudayaannya lebih baik lagi. Mereka bisa jadi motivator untuk Sulut untuk bisa mendapatkan angka labih baik lagi.

Hanya, angka bukan sekadar acuan dalam pembangunan kebudayaan, tapi laku. Bagaimana membuat seluruh elemen masyarakat bisa menjaga, bahkan mengeksplorasi sumber-sumber kebuyaan lokal yang adiluhung, namun juga tetap menjaga juga menjaga kebhinekaan. (*)

Inilah Cabor yang Dipertandingkan di PON Papua, Pengurus Bridge dan Golf Kecewa

Tak Ada Urgensinya Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Wiranto Butuh Waktu 1 Minggu: Dokter Buang Usus Halus 40 Cm

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved