Komisi Pemilihan Umum

KPU Larang Pelanggar Hukum Maju di Pilkada 2020, Pejudi hingga Pemabuk Tidak Bisa Mencalonkan Diri

Di mana, KPU tengah merancang revisi Peraturan KPU ( PKPU) tentang Pencalonan dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020. Dalam salah satu pasalnya,

KPU Larang Pelanggar Hukum Maju di Pilkada 2020, Pejudi hingga Pemabuk Tidak Bisa Mencalonkan Diri
Foto Istimewa/via https://apahabar.com
Pilkada 2020 - KPU 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melarang para pelanggar hukum (kesusilaan) untuk maju dalam Pilkada 2020 mendatang.

Pelanggar kesusilaan yang dimaksud tersebut adalah mabuk, pemakai atau pengedar narkoba, judi, dan berzina dilarang ikut serta dalam di Pilkada 2020.

Di mana, KPU tengah merancang revisi Peraturan KPU ( PKPU) tentang Pencalonan dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020.  

Dalam salah satu pasalnya, bagi para calon dengan catatan melanggar kesusilaan dilarang untuk mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati, dan wali Kota-wakil wali kota. 

logo KPu 2
logo KPu 2 ()

Dikutip dari Kompas.com, Aturan ini dimuat dalam Pasal 4 huruf J.

"Tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang meliputi, satu, judi," kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik saat uji publik revisi PKPU Pilkada 2020 di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).

"Kedua adalah mabuk, ketiga pemakai atau pengedar narkoba, keempat berzina dan/atau melanggar kesusilaan lainnya," lanjutnya.

Larangan pencalonan seseorang dengan catatan perbuatan tercela sebenarnya telah diatur dalam PKPU sebelum revisi, yaitu PKPU Nomor 3 Tahun 2017.

Hanya saja, dalam PKPU tersebut, tidak disebutkan secara rinci perbuatan asusila yang dimaksud.

Pasal tersebut, menurut KPU, justru berpotensi menjadi multitafsir dan banyak disalah artikan.

Halaman
1234
Penulis: Frandi Piring
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved