NEWS
Lanjutan Sidang Militer Terdakwa Prada DP, Ibu Korban Mengamuk dan Teriaki Kalimat Ini
Proses persidangan militer terhadap terdakwa Prada DP terus berlanjut.Pada Kamis (29/8/2019) keluarga korban pun hadir pada persidangan tersebut.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Proses persidangan militer terhadap terdakwa Prada DP terus berlanjut.
Pada Kamis (29/8/2019) keluarga korban pun hadir pada persidangan tersebut.
Awalnya keluarga korban tenang mengikuti jalannya sidang.
Namun tiba-tiba berubah.
Ibu Vera Oktaria Mendadak Ngamuk Saat Prada DP Keluar, 'Kamu Harus Dihukum Mati'
Keluarga Vera Oktaria (21) mendadak mengamuk di depan luar sidang usai mendengar pembelaan atau pledoi yang dibacakan Prada DP di Pengadilan Militer I-04 Palembang,
Prada DP sebelumnya meminta kepada ketua hakim untuk memberikan keringanan atas hukuman pembunuhan yang dilakukannya tersebut.
Baca: Tengkorak Kepala Tanpa Anggota Tubuh Ditemukan di Sekitar Sungai, Jenis Kelaminnya Laki-Laki
Baca: Bahaya, Jangan Lakukan Ini di Pagi Hari Saat Bangun, Minum Satu Diantaranya
Baca: Enam Mahasiswi Laporkan Dosennya, Diduga Lakukan Hal Tak Menyenangkan, Polisi Proses Hukum
Facebook Tribun Manado :
Baca: Lagi Sensi? Kenali dan Ketahui Pengaruh Meditasi Bagi Otak Saat Kita Merasa Bad Mood
Baca: Kantor Majelis Rakyat Papua Dibakar, Ratusan Massa Turun ke Pusat Kota, Serang Aparat TNI dan Polisi
Baca: Viral Sebuah Masjid Jadi Tempat Acara Pemakaman Jenazah Umat Nasrani, Keluarga Berduka Ungkap Alasan
Instagram Tribun Manado :
Selain itu, Prada DP juga menyangkal tuntutan dari Oditur yang menyebutkan jika ia telah melakukan pembunuhan berencana.
Usai sidang ditutup, Prada DP pun kembali digiring ke mobil tahanan untuk dibawa ke Detamasen Polisi Militer (Denpom) I Sriwijaya untuk ditahan.
Namun, saat digiring keluar, Suhartini yang merupakan ibu dari Vera mendadak mengamuk dan mencoba mengejar Prada DP yang hendak dibawa ke mobil tahanan.
"Kamu fitnah anak saya, kamu bunuh anak saya. Kamu harus dihukum mati," ucap Suhartini.
Petugas keamanan yang berada di lokasi akhirnya mencoba menenangkan Suhartini.
Suhartini selama sidang berlangsung memang terlihat tegar dan mendengarkan seluruh keterangan saksi satu persatu.
Akan tetapi, saat mendengarkan pledoi dari Prada DP yang meminta agar hukumannya diringankan, membuatnya terpancing emosi.
Dikatakan Suhartini, seluruh yang disampaikan terdakwa banyak tak sesuai dengan keterangan saksi.