Dua Turis Jerman Selamat dari Cuaca Buruk Lokon: Begini Ceritanya Bertahan 23 Jam di Hutan

Lama tak terdengar, Gunung Lokon kembali menyita perhatian publik. Dua turis asal Jerman, Eric Daniel Hagel

Dua Turis Jerman Selamat dari Cuaca Buruk Lokon: Begini Ceritanya Bertahan 23 Jam di Hutan
Istimewa
Evakuasi 2 WNA dari Gunung Lokon 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Lama tak terdengar, Gunung Lokon kembali menyita perhatian publik. Dua turis asal Jerman, Eric Daniel Hagel dan Laura Fabienne Bauer, sempat tersesat selama 23 jam, sejak Rabu hingga Kamis (21-22/8/2019).

Mereka terpaksa ‘menginap’ semalam di puncak Lokon. Beruntung keduanya ditemukan selamat oleh Tim Search and Rescue (SAR) dibantu pihak Highland Resort Kota Tomohon.

Baca: BI Turunkan Suku Bunga Menjadi 5,5 Persen

Peristiwa terakhir Minggu 26 Maret 2017 pagi. Ketika itu, Tim SAR evakuasi terhadap Davil Lambanaung yang dilaporkan hilang setelah masuk ke kawah Tompaluan Gunung Lokon. Korban pun ditemukan dalam keadaan tak bernyawa oleh Tim SAR gabungan.

Laura merasa gembira ketika Tim SAR menemukan dirinya dan Eric. "Saya begitu gembira," katanya. Eric juga mengaku tidak bisa berkata apa lagi ketika mereka ditemukan. Laura mengaku ia dan Eric berulang kali menyibak rumput. Mereka berusaha mencari jalan keluar. "Hanya bisa tidur. Minuman sudah habis," katanya.

Mereka saat itu kedinginan. Di saat yang sama mereka juga kehausan. Aplikasi global positioning system (GPS) pada smartphone mereka tak membantu. Mereka sulit menemukan arah. "Apalagi di gunung yang tinggi. Di mana-mana kami hanya melihat ketinggian," ujarnya.

Saat tersesat, mereka memberitahukan ke Konsulat Jerman di Makassar. Setelah itu, mereka hanya bisa menunggu. Usai dievakuasi, mereka dibawa ke klinik Polres Tomohon. Keduanya tampak letih. Tangan mereka tampak luka-luka tergores. Ada obat merah yang diberikan pada luka bekas goresan itu.

Eric mengaku tak kapok mendaki gunung. Ia akan mendaki gunung walau bukan hari ini. "Hari ini mungkin belum, besok juga. Mungkin nanti," ujarnya saat ditemui usai makan siang di Restoran Sineleyan.

Baca: Anak-anak di Papua Mulai Bersekolah

Kapolres Tomohon AKBP Raswin Sirait, mengatakan kedua orang itu berhasil dievakuasi. Usai mendapatkan berita dari konsulat, Tim SAR lebih dulu mendaki. "Tim Polres menyusul kemudian. Sekitar pukul 20.00," katanya.

Karena keterbatasan alat, Tim Polres menunggu di check point. Usai ditemukan, secara bersama-sama, mereka membawa ke bawah. Kapolres Sirait memang ikut mengevakuasi. Ia bersama tim mengantar ke klinik Polres Tomohon.

Kapolres mengatakan mendaki tanpa mematuhi prosedur itu membahayakan. Pelaku wajib menyampaikan. "Wajib melaporkan diri. Supaya kalau tersesat bisa diketahui tempatnya," katanya.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved