Dua Turis Jerman Selamat dari Cuaca Buruk Lokon: Begini Ceritanya Bertahan 23 Jam di Hutan
Lama tak terdengar, Gunung Lokon kembali menyita perhatian publik. Dua turis asal Jerman, Eric Daniel Hagel
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Beberapa jam sebelumnya, Eric dan Laura yang tersesat di Gunung Lokon sudah ditemukan. Mereka sementara dievakuasi. "Kabarnya sementara dievakuasi. Mereka dari atas gunung," kata Maikel Ponamon, staf Higland Resort, Kamis.
Sebelumnya dari data laporan piket Polsek Tomohon Utara pukul 20.15 menerima informasi dari pihak penginapan Resort Higland Tomohon. Dua orang WNA atas nama Eric dan Laura melakukan cek in tanggal 19 Agustus 2019 sampai dengan tanggal 23 Agustus 2019.
"Kedua warga asing tersebut tanpa pemberitahuan kepada pihak penginapan dimana akan naik atau mendaki gunung (inisiatif sendiri) tanpa menggunakan jasa pemandu (guide). Pihak penginapan menerima informasi para tamunya tersesat dan dalam kondisi kelelahan di sekitar puncak Lokon" demikian isi laporan.
Terakhir melakukan kontak dengan pihak penginapan sekira pukul 01.00. Mereka mengirimkan lokasi terakhir melalui kontak person Konsulat Jerman di Makassar.
"Untuk dua tim pencarian terdiri dari Tim SAR, Tim Highland Resort serta relawan sedang melakukan pencarian. Sabhara Polres Tomohon sudah digerakkan untuk standby di check point pencarian. Unit Intelkam melakukan pulbaket. Kabagops dan Kasat Sabhara koordinasi dengan pihak Highland Resort dan Tim SAR dan RAPI.
Pemerintah Kota Tomohon menyayangkan kejadian itu. "Tomohon memiliki banyak pemandu wisata yang profesional dalam bidangnya dan tergabung dalam wadah HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Kota Tomohon," kata Kasubag Pemberitaan Pemkot Tomohon, Djufry Rorong.
"Berkaca dari kejadian ini, Pemkot mengingatkan kepada seluruh pengelola hotel, travel dan usaha jasa penginapan lainnya agar selalu memberdayakan potensi para pemandu profesional Tomohon untuk memberikan pelayanan yang optimal dan jaminan keamanan serta memperoleh informasi yang baik tentang obyek wisata di Kota Tomohon. Prosedurnya ketika akan mengadakan pendakian ke Gunung Lokon dan gunung api lainnya ada baiknya mengecek ke Kantor Pemantau Gunung Api, mempersiapkan peralatan dan konsumsi yang dibutuhkan," katanya.
Rorong menyarankan, mengunakan guide profesional lokal yang juga akan memberikan briefing sebelum melakukan pendakian. Seperti yang sering dilakukan sebelum melakukan kegiatan pendakian dan yang lainnya.
"Apalagi ketika akan melakukan pendakian sampai ke puncak tertinggi. Seperti contoh kalau ke puncak Gunung Lokon wajib didampingi guide, menggunakan pakaian lengan panjang, kaus tangan, celana panjang, topi serta membawa air dan konsumsi yang cukup juga mengiapkan masker dan perlengkapan pendakian lain," ujarnya.
Untuk pendakian ke puncak Lokon, katanya, akan melewati medan terjal selama 1 jam 20 menit atau lebih tergantung kondisi fisik pendaki. Begitu tiba di puncak harus hati-hati dengan lubang yang dalamnya sekitar 5 meter yang ada di dekat tugu tanda puncaknya Lokon.
"Begitu juga hati-hati dengan rumput tinggi yang daunnya tajam. Walau begitu memang Gunung Lokom selalu menarik minat para wisatawan," ujarnya. Gerry Wowor, pemandu gunung mengatakan, setiap kegiatan pendakian gunung atau outdoor itu berbahaya. Tergantung karakter dan tingkat kesulitan dari setiap gunung berapi atau puncak pada ketinggian.
Di Sulut saat ini telah ada organisasi yang telah bersertifikasi untuk kegiatan pendakian. Setiap anggota sudah tersertifikasi dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dari Kementerian Pariwisata.
“Apabila akan melakukan kegiatan tersebut, disarankan untuk menghubungi organisasi yang profesional dalam bidang pendakian untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi,” katanya.
Harus Didampingi Pemandu Lokal
Chrisnaldus Roring, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Tomohon mengatakan, pendakian Gunung Lokon yang berstatus gunung api aktif harus sesuai rekomendasi petugas Pos Pemantau Gunung Berapi di Kelurahan Kakaskasen III. Pendakian harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi Gunung Lokon.
Jika statusnya berbahaya, berarti tidak direkomendasi untuk pendakian, tetapi jika statusnya tenang, maka pendakian bisa dilakukan. Dispar Tomohon telah bekerja sama dengan para guide (pemandu) yang tergabung dalam organisasi Himpunan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/evakuasi-2-wna-dari-gunung-lokon.jpg)