Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Anak-anak di Papua Mulai Bersekolah

Mabes Polri mengklaim situasi di Papua Barat telah kembali kondusif usai aksi kerusuhan di beberapa wilayahnya

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
KOMPAS.com/ IRSUL PANCA ARDITA
Polisi memukul mundur massa demonstran dalam peristiwa kerusuhan di Mimika, Papua, Rabu (21/8/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Mabes Polri mengklaim situasi di Papua Barat telah kembali kondusif usai aksi kerusuhan di beberapa wilayahnya seperti Sorong, Manokwari dan Fakfak.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan aktivitas warga kembali berjalan dengan normal. Salah satu buktinya adalah proses belajar mengajar kembali dilaksanakan.

Baca: Ibu Kota Baru RI Pakai Transportasi Listrik: Konsep Smart and Intelligenti City

"Untuk situasi keamanan di wilayah Papua Barat Alhamdulillah sampai saat ini kondusif. Aktivitas masyarakat sudah berjalan normal. Kemarin anak-anak sekolah sempat diliburkan, namun hari ini bisa bersekolah," ujar Asep, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/8).

Mantan Kapolres Bekasi Kota itu juga menuturkan sarana dan prasarana publik sudah kembali dapat digunakan. Sebelumnya, sejumlah aksi pengerusakan justru terjadi di fasilitas-fasilitas publik.

Meski telah berangsur kondusif, ia menyebut aparat gabungan TNI-Polri akan tetap berjaga guna mengantisipasi dan menghindari segala kemungkinan dari hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

"Namun demikian tetap kewaspadaan tetap dijaga bersama seluruh stakeholder yang ada di Papua Barat, Polri dan TNI tetap bersiaga menjaga adanya kemungkinan-kemungkinan yang lain dan untuk selalu menjaga kondusivitas Papua Barat," ujarnya.

Meski demikian lanjut Asep, Polri tetap melakukan penambahan anggota untuk memperkuat pasukan di lokasi. "Kita dalam konteks pengamanan kan tak boleh underestimate, tetap dalam kondisi overestimate. Artinya ada hal yang bisa kita prediksi, ada yang tidak," ujar Asep.

Baca: Toyota Akan Diskusi dengan Pemerintah soal Mobil Listrik

"Oleh karena itu langkah paling tepat adalah kita tetap dalam pemikiran menjaga itu. Tetap tidak boleh meremehkan situasi yang ada. Itu penting, apabila terjadi sesuatu, kita akan lebih siap," tambah Asep.

Ia mengatakan saat ini telah ada 12 satuan setingkat kompi (SSK) atau sekitar 1.200 personel Korps Bhayangkara yang diterjunkan di Tanah Papua. Menurutnya, kehadiran Polri bersama pasukan TNI adalah untuk memberikan jaminan keamanan sehingga masyarakat setempat pun merasa tenang.

"Sudah 12 SSK atau kurang lebih 1.200 pasukan di sana dalam rangka melakukan penguatan terhadap pengamanan di sana. Dan tak hanya kepolisian, pihak TNI juga saling bahu membahu menjaga situasi,"ujar Asep.

34 Orang Tersangka

Sebanyak 34 orang ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan yang terjadi di Timika, Papua, pada Rabu (21/8) siang. Awalnya, polisi mengamankan 45 orang pengunjuk rasa, namun setelah dilakukan pemeriksaan, hanya 34 orang yang diproses hukum lebih lanjut.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto menjelaskan, pada Rabu pagi, pihaknya sudah mengamankan 13 warga karena memblokir jalan dan memaksa meminta ban bekas dari sejumlah bengkel. Selain itu, ditemukan bensin dan alat tajam serta bendera bintang kejora.

Ia menduga ada oknum yang sengaja masuk dalam aksi demo damai tersebut untuk melakukan tindakan anarkistis. "Jadi jelas ada penumpang gelap yang berseberangan untuk memanfaatkan unjuk rasa damai ini," kata Agung.

Agung menerangkan untuk 13 tersangka tersebut ada dugaan kuat merupakan anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Menurut Agung, mereka tak menutupi identitas mereka dan bahkan menggunakan kaos bertuliskan referendum.

Baca: Jangan Buang Biji Nangka, Banyak Manfaatnya, Cegah Infeksi hingga Penumbuh Rambut

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved