Lifestyle

Waspada Konsumsi Daging Olahan Merah, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Sejumlah studi menyebutkan bahwa konsumsi banyak daging merah olahan bisa meningkatkan risiko kanker dan masalah kesehatan lainnya

Waspada Konsumsi Daging Olahan Merah, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Daging merah olahan termasuk makanan yang enak dan praktis, namun tak boleh berlebihan mengonsumsinya.

Sejumlah studi menyebutkan bahwa konsumsi banyak daging merah olahan bisa meningkatkan risiko kanker dan masalah kesehatan lainnya.

Jenis daging merah olahan yang populer di antaranya sosis, bacon, kornet, salami, hingga daging burger.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada Journal of The Academy of Nutrition and Dietetics menemukan, jumlah daging olahan yang dikonsumsi warga Amerika Serikat tidak berubah selama 18 tahun terakhir.

Riset tersebut turut membahas manfaat konsumsi daging ikan. Namun kebanyakan orang Amerika justru mengonsumsinya lebih sedikit daripada daging merah.

Peneliti melihat data pola makan sekitar 44.000 orang dewasa di atas usia 20 tahun yang berpartisipasi dalam Survei Kesehatan Nasional dan Pemeriksaan Nutrisi. Survei tersebut menelusuri pola asupan makan dari tahun 1999 hingga 2016.

Baca: 4 Jenis Minuman yang Bisa Turunkan Berat Badan

Baca: 7 Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

Baca: 5 Hal Tentang Kakak Beradik, Lebih Baik Dibandingkan Anak Tunggal

Dalam jangka waktu tersebut, konsumsi olahan daging justru sedikit meningkat, dari 182 gram per minggu menjadi 187 gram.

Lima tipe daging yang paling banyak dikonsumsi antara lain daging deli, sosis, hot dog, ham, dan bacon.

Sementara konsumsi daging ikan hanya sekitar 115 gram per minggunya pada 1999 dan hanya naik beberapa gram pada titik akhir studi.

Jumlah yang cukup kontras ditunjukkan antara daging olahan dan daging non-olahan.

Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved