Editorial

Belajar dari Kecelakaan Empat Turis Asing di Laut Bunaken

Peristiwa ini bukan cerita bagus bagi pariwisata Sulawesi Utara yang mulai mengembangkan diri dan berupaya menampilkan citra positif.

Belajar dari Kecelakaan Empat Turis Asing di Laut Bunaken
Istimewa
Kapal Motor bertabrakan di Laut Bunaken 

RASANYA sulit mendapati wisatawan datang ke suatu daerah hanya untuk mengadu nyawa.

Tapi mungkin saja ada penyedia jasa wisata yang memang menawarkan wisata adu nyali bagi pengunjung.

Tapi wisata demikian bertujuan memberi sensasi yang berujung kesenangan, bukan sengsara. Maka itu, pengelola wisata mempersiapkan segala sesuatu agar pengunjung aman dan selamat seusai menikmati wisata itu.

Sebut saja wisata alam seperti arung jeram, atau sepeda terbang, atau bungee jumping, atau mungkin taman safari, dan lainnya.

Ada bahaya yang bisa saja mengancam para pelancong tapi pengelola wisata sudah mempersiapkan segala sesuatu agar mereka tak terancam bahaya, bahkan pada akhirnya selamat.

Lebih dari itu, pada akhirnya wisata itu tetap digemari, wisatawan datang silih berganti, dan tempat wisata itu tetap eksis.

Begitulah bisnis wisata. Para turis atau pelancong datang menikmati wisata, bersenang-senang, membawa cerita indah saat pulang ke rumah atau negaranya. Mereka harusnya bergembira.

Namun, yang dialami empat turis asing saat berwisata ke Pulau Bunaken, Senin (13/8/2019), mungkin seperti mimpi buruk.

Bukannya bersenang-senang dan membawa kisah menarik, mereka justru harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena perahu wisata yang mereka tumpangi bertabrakan.

Peristiwa ini bukan cerita bagus bagi pariwisata Sulawesi Utara yang mulai mengembangkan diri dan berupaya menampilkan citra positif.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved