Pemilu 2019

5 Komisioner KPU Terima Tuntutan Jaksa, Lakukan Kecurangan Pemilu, Terbukti Melencengkan Hak Suara

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM Yetty Oktarina dan Divisi Teknis Penyelenggaraan Alex Barzili,

5 Komisioner KPU Terima Tuntutan Jaksa, Lakukan Kecurangan Pemilu, Terbukti Melencengkan Hak Suara
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar sosialisasi aplikasi Situng bersama tim paslon dua kubu, partai politik, dan stakeholder kepemiluan 2019 di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (18/1/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lima komisioner KPU Palembang yang ditetapkan sebagai terdakwa atas dugaan pelanggaran pemilu langsung menarik nafas panjang sesaat setelah mendengar tuntutan penuntut umum.

Ketua KPU Palembang Eftiyani, Divisi Perencanaan Data dan Informasi Syafarudin Adam, Divisi Hukum dan Pengawasan A Malik Syafei,

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM Yetty Oktarina dan Divisi Teknis Penyelenggaraan Alex Barzili,

masing-masing dituntut menjalani 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun dan denda Rp10 juta subsider 1 bulan penjara.

Sidang digelar di pengadilan negeri Palembang, Kamis (11/7/2019).

"Para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana dengan turut serta melencengkan hak suara orang lain.

Sehingga kehilangan hak pilihnya,"ujar JPU Ursula Dewi SH, didampingi penuntut umum Indah Kumala Dewi SH dan Riko Budiman SH disela persidangan.

Sebelumnya diketahui bahwa satu dari 5.000 wanita dilahirkan sebagai penderita UFI.

Lima komisioner KPU Palembang saat menjalani sidang agenda tuntutan jaksa penuntut umum di pengadilan negeri kelas 1 A khusus kota Palembang, Kamis (11/7/2019)
Lima komisioner KPU Palembang saat menjalani sidang agenda tuntutan jaksa penuntut umum di pengadilan negeri kelas 1 A khusus kota Palembang, Kamis (11/7/2019) (Tribunsumsel.com/Shintadwi Anggrain)

 

Baca: SELAMAT! Ahok & Puput Nastiti Devi Segera Punya Bayi, Kelaminnya Diungkap Pria Ini

Baca: KEBOHONGAN Barbie Kumalasari di Tengah Kasus Ikan Asin Semakin Mencuat, Dapat Peringatan Tegas

Baca: Boy William Diterima Vendela Hosea Jadi Calon Suami & Bakal Jadi Menantu Konglomerat: She Said Yes!

 

 

Penuntut umum menganggap para terdakwa terbukti melanggar pasal 510 undang-undang nomor 7 tahun 2017 jo pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.

Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved