Ketatnya Pengamanan Sembilan Hakim MK: Alasan AHY Absen Nonton Bareng di Kertanegara

Ribuan personel gabungan dari Polri dan TNI mengamankan sidang pembacaan putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat (tengah) didampingi Hakim MK memimpin sidang dengan agenda pembacaan putusan di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (10/10). Dalam sidang tersebut Mahkamah Konstitusi memutus lima perkara yakni Pengujian UU tentang Narkotika, pengujian UU No.8 Tahun 1981 Pasal 83 ayat (1) dan Pasal 197 ayat (1) tentang Hukum Acara Pidana, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dan pengujian Pasal 255 ayat (1) dan ayat (2) UU No.17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/17 

Menurut Ferdinand tidak akan ada utusan dari Partai Demokrat yang datang pada acara nonton bareng tersebut. "Tidak ada perwakilan kita ke sana," kata Ferdinand.

Badan Pemenangan Nasional mengatakan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tidak akan menghadiri sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Kamis (27/6).

Baca: Strategi Golkar Hadapi Pilkada di Sulut: Ini yang Dilakukan CEP

Sebagai gantinya, Prabowo dan Sandiaga akan menonton sidang secara bersama di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan melalui layar kaca. Kegiatan ini juga akan diikuti oleh sejumlah tokoh partai.

"Kalau tidak ada halangan Pak Prabowo akan menonton di Kertanegara. Nanti ada Bang Sandi juga bersama sejumlah tokoh partai," ungkap Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak di Posko Pemenangan BPN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

Pihak BPN juga akan menggelar acara nonton bersama di Posko Pemenangan BPN. Tujuannya adalah agar pendukung Prabowo-Sandiaga tidak perlu datang ke Mahkamah Konstitusi.

Prabowo Subianto telah mengimbau pendukungnya untuk tidak datang ke Mahkamah Konstitusi saat pembacaan putusan. Prabowo mengimbau pendukungnya untuk berdoa dan menyaksikan sidang melalui layar televisi. Prabowo juga menegaskan tidak akan hadir di Mahkamah Konstitusi supaya tidak menarik perhatian massa pendukungnya.

Menurut Dahnil pihak BPN tidak bisa melarang aksi unjuk rasa oleh pendukung Prabowo-Sandiaga di Mahkamah Konstitusi. Menurut BPN setiap warga negara memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat karena dijamin oleh undang-undang.

“Kami jelas tak bisa larang walaupun sudah kami imbau, kalau ada yang tetap datang berarti itu mereka memanfaatkan hak konstitusional mereka,” ucapnya. (tribun Network/mal/rez/nis)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved