Pemilu 2019

Taufik Tumbelaka Ungkap Alasan Gerakan People Power Amien Rais Cs Tak Berpengaruh di Sulut

Gerakan people power 22 Mei berisiko menjadi liar karena berpeluang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan lain.

Taufik Tumbelaka Ungkap Alasan Gerakan People Power Amien Rais Cs Tak Berpengaruh di Sulut
TRIBUN MANADO/NIELTON DURADO
Relawan Jokowi di Bolmong Selatan Tolak 'People Power'. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - People power menjadi terkenal di kawasan Asia Tenggara ketika tokoh oposisi Filipina Benigno Aquino akan kembali ke negaranya lalu tewas ditembak.

Para pengikut Aquino kemudian menggalang unjuk rasa atau biasa disebut demonstrasi (dan mendapat dukungan besar dari rakyat) terhadap penguasa waktu itu dalam upaya menekan pemimpin negara. Gerakan itu dinamai people power.

Unjuk rasa besar-besaran itu berhasil menciptakan delegitimasi kepada penguasa di Filipina dan kelompok oposisi memunculkan Corazon Aquino sebagai simbol.

Dalam konteks perkembangan politik kekinian di Indonesia, beberapa waktu lalu istilah people power kembali dipakai atau tepatnya dipinjam dalam rangka melakukan unjuk rasa terhadap pelaksanaan pemilu presiden (pilpres) dengan fokus lebih ke delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU-RI sebagai upaya protes.

Sejogyanya upaya protes kepada penyelenggara pemilu (baca: KPU-RI) dilakukan dengan jalur yang ada, namun tampaknya jalan ini tidak ditempuh.

Ini bisa terjadi karena terjadi kebuntuan komunikasi politik dari kedua kubu sehingga dinamika politik menjadi semakin hangat.

Baca: Liando Sebut Gerakan People Power Tak Pengaruh, Politikus Sulut Sudah Dewasa

Baca: Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Bicara Soal Isu People Power 22 Mei, Ungkap Skenario Kelompok Tertentu

Baca: Prabowo Tulis Surat Wasiat Pilpres, Alumni UI dan Dosen Unsrat Bicara People Power

Terkait rencana unjuk rasa yang dinamai people power dan belakangan ini juga memakai nama demonstrasi damai yang konon akan dilakukan selama tiga hari, memang berisiko menjadi liar karena berpeluang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan lain di luar tujuan utama dari unjuk rasa itu sendiri.

Diharapkan terjadi komunikasi politik antarkubu sehingga terjadi titik temu yang bisa diambil sebagai jalan terbaik dan minimal diterima oleh kedua belah kubu.

Untuk Sulut tampaknya isu ini tidak akan berdampak seperti di wilayah lain misalnya Jakarta dan lainnya.

Diketahui pilpres di Sulut dimenangi oleh salah satu pasangan calon dengan selisih sangat signifikan.

Selain itu selama tahapan pilpres di Sulut situasi dan kondisi politik relatif cukup adem ayem. (*)

BERITA POPULER:

Baca: Kata-Kata Terakhir Ini Diucapkan 5 Terpidana Mati Paling Populer di Dunia Sebelum Dieksekusi

Baca: Jelang Tanggal 22 Mei, Panglima TNI Ditemui 16 Tokoh Bangsa termasuk Mahfud MD

Baca: Sosok Siswa Indonesia Jadi Buron Paling Dicari di Dunia, Kepala Dihargai Puluhan Juta Rupiah

Penulis: David_Manewus
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved