People Power Prabowo Takkan Berhasil: Begini Analisa Pengamat Politik
Sulawesi Utara menentang rencana people power! Massa calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
"Maka tuduhan-tuduhan itu verifikasi saja. Kalau nanti tidak benar tuduhan oleh Paslon 02, BPN, itu fitnah. Itu fitnah. Dan kalau dia yang memimpin, itu finah akan berkepanjangan dalam tubuh bangsa ini," katanya.
"Tapi kalau tuduhan-tuduhan itu benar, benar adanya dapat dibuktikan. Harus diluruskan. Dan kalau ini yang tampil, di atas kecurangan-kecurangan itu namanya musibah. Dan bangsa ini akan mengalami musibah yang berkepanjangan pula. Maka harus ditarik ke titik kebenaran," jelasnya. Karena itu, Din meminta Pemilu 2019 tidak menimbulkan keributan.
Menurutnya, pihak yang menuduh curang harus bisa membuktikan. Sedangkan KPU sebagai penyelenggara harus berlaku adil dan jujur. "Saya mendorong, jangan ribut-ribut. Jangan ramai-ramai. Jangan berantem. Apalagi sesama kita. Tetapi tegakkan kejujuran dan keadilan. Buka sebuka bukanya, mana bukti anda. Nanti baru ketahuan.
Terima lah apa adanya. Kalau Pak Jokowi sama Kiai Ma'ruf Amin terpilih ya legowo setelah proses itu. Kalau misalnya nanti Prabowo-Sandi, ya legowo setelah proses itu. Itu akan membawa bangsa ini kepada kebaikan," terangnya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan terduga teroris yang ditangkap di Bogor, Jawa Barat, memiliki target meledakkan bom di depan gedung KPU di Jakarta. Target itu akan dilakukan pada hari pengumuman hasil Pemilu 2019, yaitu 22 Mei.
"Targetnya ada dua. Target pertama itu 'thogut'. Kemudian target kedua pada pada 22 Mei di depan KPU," ujar Dedi di kediaman terduga teroris berinisial E alias AR (51), Jalan Naggewer Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, dikutip Antara, Sabtu (18/5).
Menurut Dedi, kabar tentang rencana pergerakan massa ke Jakarta pada 22 Mei mendatang, justru dijadikan momentum bagi para teroris untuk menunjukkan keberadaannya. "Momentum itu dimanfaatkan oleh kelompok teroris, untuk memberitahukan bahwa kelompok mereka masih eksis," kata Dedi.
Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris berinisial E pada Jumat (17/5) sekitar pukul 15.30 WIB. Terduga teroris itu diduga termasuk anggota jaringan ISIS. (dma/eas/dtc/tmp/cnn/kps)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/prabowo-tolak-hasil-pilpres.jpg)