Pilpres 2019

TKN 01: Ijtima Ulama III Menyesatkan Umat, Kubu 02 Hancurkan Kredibelitas Karena Tidak Siap Kalah

Terkait usulan Ijtima Ulama III yang meminta Bawaslu untuk mendiskualifikasi Jokowi, TKN Jokowi-Maruf mengatakan Ijtima Ulama III Politik Akal-akalan.

TKN 01: Ijtima Ulama III Menyesatkan Umat, Kubu 02 Hancurkan Kredibelitas Karena Tidak Siap Kalah
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Koordinator Media Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Maruf Amin, Monang Sinaga dan Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily saat menggelar konferensi pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin mengkritik pelaksanaan Ijtima Ulama III yang digelar hari ini, Rabu (1/5/2019) di Sentul, Bogor.

Selain itu, TKN juga menganggap aneh hasil Ijtima Ulama III yang meminta Bawaslu untuk mendiskualifikasi Jokowi dari Pemilu 2019.

"Pertemuan timses kubu 02 yang berkedok Ijtimak Ulama jelas sebuah politik akal-akalan dan ugal-ugalan yang tujuannya justru menyesatkan umat. Segala upaya dilakukan untuk tidak mengakui kekalahan versi hitung cepat mulai dari delegitimasi KPU, meminta pemilu ulang sampai dengan meminta Pak Jokowi didiskualifikasi," kata Jubir TKN Jokowi-Maruf, Ace Hasan Syadzily, saat dikonfirmasi, Rabu (1/5/2019).

Politikus Golkar ini menilai, Ijtima Ulama III adalah bentuk manuver politik kalap dari Timses 02, Prabowo-Sandiaga.

Ia juga mengkritik timses 02 yang tak siap kalah dan tak siap menerima hasil Pemilu.

"Anehnya, walaupun secara kasat mata mereka melakukan delegitimasi KPU, tapi justru mereka minta KPU-Bawaslu untuk mendiskualifikasi Pak Jokowi. Ini artinya mereka merengek-rengek pada lembaga yang kredibilitasnya sedang mereka hancurkan," ucap Ace Hasan Syadzily.

Ada Apa? 1500 Ulama & Tokoh Bahas Kecurangan Pemilu di Ijtima Ulama III
Ada Apa? 1500 Ulama & Tokoh Bahas Kecurangan Pemilu di Ijtima Ulama III (Tribunnews)

Baca: Laporan BPN Soal Kesalahan Input Data Situng KPU akan Ditindaklanjuti Bawaslu

Ace pun memprediksi ada sejumlah skenario timses 02 jelang penetapan hasil Pemilu pada 22 Mei 2019.

Ia menyebut, jika timses 02 akan menuduh timses 01 melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019.

"Ini semakin mengkonfirmasi skenario 02 menjelang 22 Mei, yakni meminta Bawaslu untuk mendiskualifikasi 01 dengan alasan kecurangan yang bersifat Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM). Sejalan dengan itu, kubu 02 mengerahkan massa pendukungnya bermain presiden-presidenan. Skenario diskualifikasi ini ingin menjalankan skenario pilkada Kota Waringin Barat yang saat itu Bambang Widjajanto terlibat menjadi pengacara salah satu paslon," papar Ace Hasan.

"Dengan didiskualifikasi calon terpilih, maka calon penantang yang otomatis dilantik. Akal bulus ini jelas tidak punya pijakan obyektif karena kecurangan TSM yang mereka tuduhkan hanya ilusi tanpa fakta. Kita ingat gertak sambel Prabowo pada saat sengketa tahun 2014 yang mengklaim membawa bukti berkontainer ke MK. Nyatanya hanya ilusi. Jangankan bukti kecurangan, mengumpulkan C1 saja plintat-plintut. Ngaku-ngaku punya real count, tempatnya tidak jelas entah di mana. Skenario kota Waringin Barat jelas halusinasi juga," tutupnya.

Baca: 10 Kursi DPRD Boltim Dapil Satu Dikuasai 8 Partai Politik, Terry: Dua Partai Peluang Raih Dua Kursi

Baca: Pleno KPU Mitra Selesai, Minsel Tinggal 6 Kecamatan

Tautan: http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2019/05/01/tkn-jokowi-maruf-sebut-ijtima-ulama-iii-hanya-politik-akal-akalan.

Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved