Breaking News:

Pilpres 2019

Penjelasan Direktur Eksekutif Indikator Soal Berbedanya Hasil Quick Count Indikator dengan KPU

Hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Provinsi Bengkulu yang memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, jadi sorotan.

Editor: Frandi Piring
KOMPAS.com/IHSANUDDIN
Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Rabu (11/10/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hasil Real Count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang dipublikasikan di laman resmi pemilu2019.kpu.go.id untuk perolehan suara di Provinsi Bengkulu yang memenangkan Prabowo-Sandiaga, jadi sorotan.

Pasalnya, menangnya Prabowo-Sandiaga di Bengkulu berdasarkan real count KPU di situs pemilu2019.kpu.go.id berbeda dengan hasil quick count sejumlah lembaga survei yang memenangkan Jokowi-Maruf Amin.

Dikutip dari Tribunwow, Prabowo-Sandiaga unggul versi real count KPU untuk provinsi Bengkulu.

Data tersebut diambil pada Jumat (26/4/2019) dengan menunjukkan hasil 100 persen pada pukul 14.00 WIB.

Tercatat seluruh suara TPS yakni 6.165 TPS Bengkulu telah selesai input.

Berdasarkan data yang masuk, pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga menang tipis dari paslon 01, Jokowi-Maruf.

Prabowo-Sandiaga berhasil memperoleh 50,12 persen, dengan total perolehan suara sebesar 585.480.

Tangkapan Layar real count KPU Pilpres 2019 di Provinsi Bengkulu dimana data sudah 100 persen, Jumat (26/4/2019).
Tangkapan Layar real count KPU Pilpres 2019 di Provinsi Bengkulu dimana data sudah 100 persen, Jumat (26/4/2019). (pemilu2019.kpu.go.id)

Sementara Jokowi-Maruf Amin mendapatkan 49,88 persen atau 582.587 suara masyarakat.

Selisih perolehan suara antara Jokowi dan Prabowo sangatlah tipis yakni hanya 0,24 persen.

Namun, perolehan ini berbeda dengan quick count sejumlah lembaga survei. Berikut rangkumannya:

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved