Renungan Minggu

Kasih yang Sempurna, Kasih yang Mempersatukan

Saudara-saudara Yusuf memperlihatkan bahwa kekhawatiran atas perilaku masa lalu membawa pikiran yang negatif.

Kasih yang Sempurna, Kasih yang Mempersatukan
ISTIMEWA
Pdt Andre RM Izaak MTh 

Kasih yang Sempurna, Kasih yang Mempersatukan
(Kejadian 50:15-21)‎
Oleh: Pdt Andre RM Izaak MTh
(Pendeta Jemaat GMIM Yobel Wilayah Bitung 3)

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Yusuf dan saudara-saudaranya memberi pelajaran penting tentang:

Berpikir Positif Jangan Berpikiran Negatif.

Saudara-saudara Yusuf memperlihatkan bahwa kekhawatiran atas perilaku masa lalu membawa pikiran yang negatif kalau-kalau. (Ayat 15-17)

Sebaliknya Yusuf memperlihatkan sikap hidup yang baik/positif dengan mengatakan bahwa yang terjadi di masa lalu adalah proses Tuhan Untuk menyelamatkan banyak orang.

Proses Tuhan adalah Anugerah jangan banyak protes (Ayat 20).

Yusuf percaya ketika ia dijual oleh saudara-saudaranya, difitnah oleh istri Potifar dan dipenjara sehingga berjumpa dengan juru roti dan juru minum yang nantinya menjadi pintu masuk karya selamat Tuhan bukan hanya bagi Orang Mesir tapi juga bagi keluarga Yusuf dan bangsanya sendiri Israel.

Yusuf menikmati Proses TUHAN tanpa Protes.

Berdamai dengan masa lalu. Yusuf dengan rendah hati tanpa mendendam mengampuni sekaligus menunjukkan kasihnya yang luar biasa kepada saudara-saudaranya.

Ungkapan jangan takut membawa kelegaan yang luar biasa bagi saudaranya (Ayat. 19).

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved