Breaking News
Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres

Mengacu ke Survei Internal, Prabowo Yakin Posisinya Sangat Kuat dan Diambang Kemenangan

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan, lima hari menjelang pemungutan suara, elektabilitasnya kini berada dalam posisi yang kuat.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Handout/Tribunnews
Prabowo disamakan dengan Bung Karno oleh Amien Rais 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan, lima hari menjelang pemungutan suara, elektabilitasnya kini berada dalam posisi yang kuat.

Hal itu ia ukur berdasarkan survei internalnya. Menurutnya, survei yang menyatakan kemenangan dirinya atas kubu 01inilah yang merupakan survei lembaga-lembaga yang benar dan akurat. 

"Lembaga lembaga yang sudah terbukti benar, bukan lembaga-lembaga yang abal-abal, bukan lembaga survei yang membohongi rakyat, hitungan kita, kita berada di posisi yang sangat-sangat kuat," tutur Prabowo Subianto dalam pidato kampanye di Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/4/2019).

Berdasarkan survei tersebut, Prabowo Subianto mengatakan elektabilitasnya berada pada angka 58 hingga 63 persen.

Oleh karena itu, menurut Prabowo Subianto, ia kini berada di ambang kemenangan.

Baca: Overdosis Minum Hajar Jahanam, Muksin Alatas Tewas di Hotel

"Jadi saudara-saudara, kita di ambang kemenangan, tapi kita tidak boleh besar kepala," katanya.

Meski kondisi saat ini berdasarkan survei internalnya unggul, Prabowo Subianto meminta pendukungnya tetap bekerja keras dan waspada terhadap segala bentuk kecurangan.

Salah satu bentuk kewaspadaan tersebut, yakni dengan menjaga tempat pemungutan suara (TPS).

"Ya kita harus eling lan waspodo, waspodo, jaga TPS! Saudara-saudara datang ke TPS," ucapnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengajak masyarakat Ciamis untuk memenangkan dirinya bersama cawapres Sandiaga Uno.

Melalui siaran pers yang didapat Tribunnews.com, Prabowo Subianto juga meminta agar masyarakat mengawal jalannya pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar tak ada 'tuyul' yang ikut mencoblos.

Baca: Lihat Video Pelaku Kasus #JusticeForAudrey Tertawa Saat Ditangkap, Ashanty: Waduh Bejat-bejat

"Saudara-saudara, 17 April tinggal 11 hari lagi, tolong jaga TPS jangan sampai ada hantu yang ikut nyoblos. Harus dijaga nanti jangan ada tuyul yang ikut nyoblos," kata Prabowo Subianto saat kampanye terbuka di Lapangan Lokasana, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2019).

"Kalian harus bantu kawal kotak suara. Jangan sampai di tengah jalan kotak suara ditukar," sambungnya.

"Saya tidak akan rela jika masih ada rakyat yang tidak makan. Saya tidak rela kalau masih ada seorang ibu yang gantung diri karena anaknya tidak makan. Kami bertekad dan kami sedang menyusun tim, karena kami bertekad kami bisa mengubah keadaan saat ini," paparnya.

Dalam kampanye terbuka di Ciamis itu, Prabowo Subianto didampingi para petinggi tim pemenangannya, yakni Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, dan Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman.

Ada juga para ulama dan toko masyarakat Ciamis, Jawa Barat yang ikut mendampingi.

Baca: Ardi Bakrie Rekam Detik-Detik Seorang Pria yang Akan Loncat Bunuh Diri

Di antaranya, KH Maksum selaku Ketua FPI Jawa Barat; sesepuh Ponpes Miftahul Huda Utsmaniah, Cikole, Ciamis; serta KH Nonof Hanif selaku Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Ciamis dan penggerak aksi 212 dan tokoh-tokoh masyarakat Ciamis lainnya.

"Saya, Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Ciamis yang telah datang dari tempat yang jauh untuk datang ke tempat ini. Kalian rela berpanas-panasan dari pagi tadi, terima kasih atas perjuanganmu," beber Prabowo Subianto.

"Saya di sini didampingi oleh Jenderal purnawirawan Djoko Santoso, Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman, dan para ulama dan tokoh masyarakat Ciamis, Jawa Barat yang tidak saya sebut semuanya," tambahnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengajak para pendukungnya memenangkan pasangan nomor urut 02, dengan selisih keunggulan di atas 25 persen suara.

Hal itu ia katakan saat mengajak sejumlah dosen dan akademisi yang tergabung dalam Gerakan Elaborasi Rektor, Akademisi, dan Aktivis Kampus se-Indonesia (Geraaak), untuk turun memenangkannya di Pemilu Presiden 2019.

Baca: Fakta Terbaru Kasus Pengeroyokan Siswi SMP Pontianak: Korban Sebut Alat Vital Tak Pernah Dicolok

Menurutnya, seorang cendekiawan seharusnya tidak tinggal diam melihat rakyatnya gelisah.

"Untuk apa cendekiawan kalau tidak bisa melihat kegelisahan? Untuk apa gelar? Dan saya malu punya gelar kalau saya tidak bisa membela rakyatnya sendiri," ujar Prabowo Subianto di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Oleh karena itu, Prabowo Subianto mengajak para cendekiawan untuk turun memenangkan dirinya pada pemilu 11 hari lagi.

Sehingga, menurut Prabowo Subianto, selisih kemenangannya dari Jokowi bisa di atas 25 persen.

"Beberapa hari lagi kita harus benar-benar turun dan atasi niat-niat kecurangan. Kita harus menang dengan angka yang sangat besar. Kita harus menang dengan selisih di atas 25 persen, karena potensi dicuri sekian belas persen," katanya.

Prabowo Subianto yakin kemenangan di Pilpres 2019 bisa dicapai, karena rakyat menghendakinya. Ia mengatakan bila rakyat sudah berkehendak, jangankan pemilu, mengusir penjajah pun bisa dilakukan.

"Saya percaya dulu kita mengusir penjajah hadapi kekuatan paling canggih, tapi kita bisa kalahkan. Kalau ada mereka-mereka yang tidak bisa memahami keinginan rakyat, bahkan rakyat ingin diinjak-injak, ditakut-takuti, maka mereka akan takut melihat keberanian rakyat," paparnya.

Patokannya Survei

Menangggapi ucapan Prabowo Subianto, calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin menyebut tidak ada lembaga survei yang menyatakan pasangan nomor urut 02 bakal unggul di Pemilihan Presiden 2019.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu, mengatakan, setiap pihak yang mengikuti suatu kontestasi, memang harus memiliki keyakinan untuk menang.

"Namanya dia (Prabowo Subianto) sebagai kontestan harus punya keyakinan menang. Kalau ndak kan masa dia bilang dia kalah," ucap Maruf Amin di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2019).

Tapi, menurut Maruf Amin, keyakinan itu juga harus menilik dari data-data valid. Pasangan calon presiden nomor urut 01 lebih memilih untuk menilik dari hasil sigi sejumlah lembaga survei.

"Kita patokannya sejumlah survei seperti apa. Survei itu kan kita ambil yang terbanyak. Yang paling pesimis berapa, yang optimis berapa," tutur Maruf Amin.

Keyakinan Prabowo Subianto menang di atas 25 persen, bagi Maruf Amin terlalu besar. Padahal, tidak ada lembaga survei yang menyatakan pasangan Prabowo-Sandi unggul dari Jokowi-Maruf Amin.

"Oh iya, gede banget itu, padahal survei semua mengatakan tidak ada yang menang. Tidak ada satu survei pun yang mengatakan menang. Paling kalah tipis, kalah banyak," papar Maruf Amin.

Maruf Amin juga meminta Prabowo Subianto mempercayai pihak penyelenggara pemilihan umum.

"Ini kan kita itu ada wasitnya. Ada tukang hitungnya, ada pengawasnya," cetusnya.

"Apa kata lembaga survei, jadi patokan. Kalau kita ingin meningkatkan, ya kita berusaha keras. Jangan seperti itu, 'saya menang sekian, kalau tidak menang berarti curang.' Nah, itu kan?" beber Maruf Amin.

Maruf Amin berujar, pihaknya lebih fokus untuk meningkatkan elektabilitas.

"Kalau kita sih sedang berjuang untuk menang. Menurut indikasi dari lembaga survei, kita itu sudah menang. Menangnya ada yang agak tipis, ada yang sedeng, ada yang banyak. Bagaimana memperbesar kemenangan itu. Kalau kita rasional saja," katanya.

TAUTAN AWAL: http://wartakota.tribunnews.com/2019/04/11/prabowo-sebut-posisinya-sangat-kuat-dan-di-ambang-kemenangan?page=all.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved