Tiga Panglima Organisasi adat Minahasa Diskusi Pemilu Damai Tolak Golput

Tergabung dalam organiasi adat Minahasa yang berbeda tapi, baik Meidy, Niksen dan Lucky menyatakan komitmen menjaga kerukunan dan keutuhan NKRI.

Tiga Panglima Organisasi adat Minahasa Diskusi Pemilu Damai Tolak Golput
Istimewa
3 Panglima Organisasi adat Minahasa Diskusi Pemilu Damai Tolak Golput 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Organisasi adat Minahasa menjadi bagian tak terpisahkan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komitmen itu dinyatakan 3 figur di Organisasi Adat Minahasa yang ada Bumi Nyiur Melambai. Mereka yakni Meidy Tendean, Niksen Tendean dan Lucky Supit.

Tergabung dalam organiasi adat Minahasa yang berbeda tapi, baik Meidy, Niksen dan Lucky menyatakan komitmen menjaga kerukunan antar anak bangsa demi keutuhan NKRI.

"Organisasi Adat Minahasa berdiri juga bagaimana kita sebagai orang Minahasa tetap menjaga tradisi adat dan istiadat, budaya Minahasa sebagai suatu kekayaan dalam bingkai NKRI," kata Meidy didampingi Niksen dan Lucky saat diskusi santai di Rumah Kopi Billy 17, Jalan 17 Agustus, Rabu (03/04/2019).

Baca: Andrei Angouw: Pemilu Sukses untuk Kemajuan Bangsa

Diskusi 3 sosok Panglima di Organisasi Adat Minahasa ini pun membahas soal Pemilu 2019.

Niksen berpendapat, Pemilu meruoakan momen penting di mana masyarakat memilih pemimpin bangsa. Dalam sejarah untuk pertama kali Pilpres dan Pileg digelar serentak.

Harusnya Pemilu itu Pesta Demokrasi, tapi belakangan ini memanas maayarakat jadi terkotak-kotak. Paling santer di medsos dipenuhi caci maki, fitnah, saling hina dan hoaks.

Masalah-masalah ini jadi tantangan semua pihak agar tak terjerumus ke perpecahan anak bangsa "Biarlah Pemilu ini jadi pesta, layaknya peata mari kita bergembira. Kita ciptakan pemilu damai, biarlah beda pilihan itu sebagai sebuah keniscayaan, beda pilihan tapi kita tetap sebagai satu anak bangsa," kata dia.

Tugas menjaga keamanan dan kedamaian itu bukan hanya milik aparat tapi kita juga semua masyarakat.

Lucky mengungkapkan, Pemilu tinggal dua pekan lagi. 17 April 2019 masyarakat yang punya hak memilih diberi kesempatan menentukan nasib bangsa ini.

"Saya ajak mari kita memilih, datang ke TPS kita manfaatkan hak pilih kita," ujar dia.

Ia jadi heran di saat dalam suasana pesta demokrasi kemudian ada seruan-seruan golput. Ibarat pesta inilah puncak acaranya, saat datang ke TPS dan mencoblos.

Kalau golput berarti tak ikut dalam pesta. Golput berarti pesimistis, ketika menyalurkan hak suara berarti kita punya optimisme demi kemajuan bangsa. (ryo)

Berita Populer: BREAKING NEWS: Ini Identitas Penabrak Beruntun di Teling Atas Sampai di Jalan Ahmad Yani Sario

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved