Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tanpa Sehan Landjar, PAN dan Gerinda Sulut Sepakat Damai Soal Insiden di Kampanye Prabowo

Koalisi Prabowo-Sandiaga di Sulut dirundung perpecahan, buntut insiden di kampanye Capres 02 Prabowo Subianto di Lapangan Ketang Baru, Singkil

Penulis: Ryo_Noor | Editor:
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Prabowo saat berkampanye di Lapangan Ketang Baru Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Koalisi Prabowo-Sandiaga di Sulut dirundung perpecahan, buntut insiden di kampanye Capres 02 Prabowo Subianto di Lapangan Ketang Baru, Singkil, pekan lalu. 

Insiden itu terjadi antara Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), masalah merembet ketika PAN Sulut mengancam cabut dukungan ke Prabowo Sandiaga.

Belakangan Sekretaris DPW PAN Sulut, Ayub Ali menyampaikan masalah ini sudah selesai. "Sudah ada pertemuan PAN dan Gerindra di Hotel Quality, tadi malam," ujar Anggota DPRD Sulut ini.

Meski diadakan pertemuan PAN dan Gerindra, justru Ketua DPW PAN Sulut, Sehan Landjar yang menggaungkan penarikan dukungan ini absen dalam pertemuan ini. "Dari PAN diwakili Sekretaris DPW," ujar Ayub.

Baca: PAN Sulut ‘Boikot’ Prabowo-Sandi: Gerindra Sebut Sehan Baper, Kami Enjoy-enjoy Saja

Pada pertemuan itu kata Ayub, Badan Pemenangan Prabowo Sandiaga menyampaikan permohonan maaf ke PAN. "Bahwa BPD (Badan Pemenangan Daerah) Memohon maaf ke PAN, terjadi insiden hal miszkomunikasi diatas panggung sehingga tidak merubah partai koalisi untuk lemenangan Prabowo Sandi," kata dia.

"BPD memohon maaf acara kampnye umum ada hal kurang semlurna, kejadian kecil miss komunikasi," ujarnya lagi.

Sebelumnya, Partai koalisi pendukung pasangan calon presiden wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Sulawesi Utara terancam retak. Partai Amanat Nasional (PAN) berencana memboikot setiap kampanye Prabowo-Sandi di Bumi Nyiur Melambai.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulut, Sehan Landjar  menyayangkan sikap sejumlah kader Partai Gerindra Sulut saat kampanye Prabowo di Lapangan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado pada Minggu (24/3/2019).

"Hari ini, saya sudah memerintahkan seluruh kader baik DPW maupun Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Manado untuk melakukan rapat koordinasi dipimpin langsung oleh wakil ketua DPW dan DPD. Kemungkinan besar PAN Sulut akan memboikot, tidak mau ikut dengan kegiatannya Prabowo-Sandi. Bahkan, akan mencabut dukungan itu untuk PAN Sulut. Itu sikap saya," ujar Eyang, sapaannya, Senin siang.

Menurut Bupati Bolaang Mongondow Timur ini, Gerindra Sulut harus tahu bahwa dukungan ke Prabowo-Sandi itu cenderung dari dukungan PAN dan PKS. "Makanya mereka harus tahu dan tidak boleh arogan. Kita ini berkoalisi. Kita berdarah-darah. Kita tidak pernah dibiayai oleh pasangan calon. Kita juga berjuang habis-habisan. Saya sangat menyayangkan sikap teman-teman Gerindra yang terlalu jumawa dan arogan kemarin," ujar Eyang.

Kata Eyang, maksudnya, sikap arogansi kader Gerindra yang mendorong-dorong kader PAN. "Itu Boby Daud lambangnya PAN Kota Manado. Kita akan melihat. Hari ini kita akan memutuskan. Kemungkinan besar kita akan mencabut dukungan terhadap Prabowo-Sandi. Untuk Sulut PAN akan masa bodoh begitu. Kita akan instruksikan kepada kader dan simpatisan PAN tidak perlu memberikan dukungan kepada pasangan ini. Karena hanya membuat kader Gerindra menjadi besar kepala," ujar Eyang.

Eyang menjelaskan, mengenai ketidakhadirannya pada kampanye terbuka itu. "Saya tidak hadir karena ada agenda partai yang tidak bisa diundurkan lagi. Kampanye di tiga titik di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Sudah dua kali ditunda," ujar dia.

Kata Eyang lagi, insiden yang terjadi di Manado sudah diawali pada malam hari ketika kader PAN bersemangat pasang atribut lalu kemudian itu dilarang oleh kader Gerindra. "Padahal PAN ini begitu militan. Baik pengurus simpatisan caleg sangat militan kepada Prabowo-Sandi. Sikap-sikap yang ditunjukan oleh kader Gerindra kemarin sangat mengecewakan. Boby Daud tidak dihargai. Kader PAN juga sangat tidak dihargai. Saya melihat bahwa indikasi kader Gerindra mengabaikan kader PAN itu kami punya sikap. Risiko apapun dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) kami akan jelaskan bahwa kader Gerindra di Sulut tidak bersahabat. Mereka itu sama sekali tidak menginginkan PAN tampil bersama dalam koalisi," kata dia.

Baca: Belum Tentukan Pilihan Capres: Begini Argumentasi Ketua PAN Sulut

Eyang kembali menegaskan, bahwa sikapnya hanya mencabut dukungannya saja. "Sikap kita baru memboikot dan tidak akan melakukan aktivitas untuk mendukung Prabowo. PAN punya harga diri, PAN tidak mau dipermalukan di depan publik. 
Kita akan menarik diri dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandi. Biarkan saja kader Gerindra dengan kemampuannya. Kita akan lebih fokus pada pemenangan pileg di semua dapil yang ada di Sulut," ujarnya.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulut, Melky Suawa menegaskan, tak ada masalah berarti antara Boby Daud dan pihak pengamanan Prabowo saat kampanye di Lapangan Ternate Baru. "Yang terjadi hal biasa. Ibarat rumah tangga ngurus  saja sulit apalagi ini mengurus puluhan ribu orang," kata dia.

 Melky membantah kabar PAN bakal menarik dukungan ke Prabowo. Sebut dia, dengan peristiwa itu, dukungan ke Prabowo malah menguat. "Tali komunikasi akan semakin baik," kata dia. (ryo)

Berita Populer: Ini Penjelasan Atasan Honorer di Manado yang Meninggal Dunia Akibat Tekanan Kerja

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved