Lupa dengan Tanggung Jawab, Prabowo Belum Melunasi Sisa Hutang Sejak 2015
CALON Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan gagasannya saat Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019, di Hotel Sultan, Jakarta.
TRIBUNMANADO.CO.ID - CALON Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan gagasannya saat Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).
"Dan terakhir Bapak Prabowo Subianto itu membayar angsuran itu terakhir Januari 2015. Klien kami sejak Desember 2016 sudah
mensomasi mengingatkan Bapak Prabowo Subianto untuk melunasi kewajibannya karena sudah jatuh tempo 31 Juli 2016," lanjut Fajar.
Fajar mengatakan pada 2017 dan 2018, pihaknya mengirimkan surat kembali ke Prabowo.
Dia mengatakan BNI menegur kliennya untuk segera melunasi pembayaran.
BNI dalam hal ini berperan sebagai rekening penampungan.

Fajar mengatakan aset kliennya terancam dieksekusi.
Hal ini jadi alasan mereka melayangkan gugatan.
"Terakhir Oktober ya 2018 BNI mensomasi klien kami. Oktober, November, Januari mengingatkan supaya klien kami melunasi sisa
kewajiban Rp 88 M, karena sumber pembayaran yang dari Bapak Prabowo Subianto itu terakhir dibayar sampai terakhir Januari 2015 dan
baru Rp 88 miliar. Jadi masih ada sisa Rp 52 miliar yang belum dilunasi. Dan BNI akan mengambil sikap mengeksekusi aset klien kami,"
ujarnya.
Baca: PILPRES 2019: Jika Terpilih, Prabowo - Sandi Bakal Evaluasi Iuran BPJS Kesehatan
Tautan: Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Prabowo Subianto Dikabarkan Masih Belum Melunasi Sisa Hutang Sejak 2015 Sebesar Rp 52 Milyar, http://wartakota.tribunnews.com/2019/03/09/prabowo-subianto-dikabarkan-masih-belum-melunasi-sisa-hutang-sejak-2015-sebesar-rp-52-milyar?page=3.