Elektabilitas Prabowo dan Demokrat Tidak Terganggu Kasus Andi Arif
Kasus penggunaan narkoba jenis sabu yang membelit Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief diprediksi tidak akan menggerus elektabilitas
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kasus penggunaan narkoba jenis sabu yang membelit Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief diprediksi tidak akan menggerus elektabilitas Partai Demokrat dan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Kalau elektabilitas tidak akan sampai kepada Prabowo dan Demokrat," ujar Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio.
Hendri Satrio menilai, tertangkapnya Andi Arief dalam kasus narkoba ini hanya berpengaruh langsung pada citra pribadi politikus Partai Demokrat tersebut. "Kalau tertangkapnya Andi Arief enggak akan kemana-mana. Itu ditanggung oleh dia sendiri. Memang harus segera diselesaikan," jelas Hendri Satrio.
Kasus narkoba yang menjerat Andi Arief menurut Hendri Satrio, menjadi pukulan telak."Karena masyarakat sudah cukup paham, bahwa kalau kasus narkoba itu harus ditanggung sendiri oleh Andi Arief. Jadi tidak akan kemana-mana," tegas Hendri Satrio.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon juga menilai tertangkapnya Wasekjen Partai Demokrat tak akan berdampak elektabilitas pasangan nomor urut 02 itu. Menurutnya, kasus tersebut tidak akan berpengaruh terhadap Demokrat sebagai satu di antara partai koalisi pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga.
"Saya kira enggak ada dampaknya enggak ada sedikit pun, setitik pun tidak berdampak," kata Fadli.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, kasus yang menimpa Andi Arief harus dilihat secara personal dan tidak bisa dikaitkan dengan politik. Selain itu, masalah narkoba dapat menjerat siapa saja termasuk para elite partai politik lain.
"Masyarakat bisa melihat dengan jelas bahwa kasus-kasus sepeti ini bisa melanda siapa saja dan saya kira harus dipisahkan dari partai, dari politik, termasuk dari agama dari suku dan sebagainya," tuturnya.
"Ini persoalan kita bersama. Persoalan narkoba ini harus kita berantas bersama," tutup Fadli. (Tribun Network/mal/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/fadli-zon-1212121.jpg)