Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pengamat: Perang Isu Kedua Capres Makin Ketat

Terkait hasil sementara survei elektabilitas tampak merupakan gambaran dari hasil manuver ketat antar tim pasangan kandidat 01 dan 02.

Penulis: Finneke Wolajan | Editor:
Istimewa
Taufik Tumbelaka 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Perkembangan hasil survei elektabilitas selalu menjadi semakin dinamis seiring dengan semakin dekatnya hari pemilihan. Biasanya ada fenomena politik posisi kandidat petahana akan unggul dengan suara lebih besar di awal.

"Dengan seiring waktu akan digerus oleh kandidat penantang. Pada posisi ini akan terjadi "perang strategi" antara tim di mana masing-masing akan melakukan manuver," ujar Taufik Tumbelaka, pengamat Sulawesi Utara.

Dari sang petahana secara umum akan berupaya mempertahankan keunggulannya sedangkan tim sang penantang akan berupaya mengejar ketertinggalannya. Pertarungan ini akan terasa mencapai puncaknya sekitar empat sampai lima minggu menjelang hari H.

Baca: Novita Umboh Sosialisasi Pileg dan Pilpres di Warung Makan ke Emak-Emak

"Terkait hasil sementara survei elektabilitas tampak merupakan gambaran dari hasil manuver ketat antar tim pasangan kandidat 01 dan 02. Manajemen isu seakan seperti gayung bersambut sangat ketat di mana setiap isu yang dilempar akan direspon dengan cepat baik melalui media massa, khususnya online dan media sosial," katanya.

Pemanfaatan dua media ini terlihat menjadi andalan terkait cepatnya perkembangan isu yang terjadi dan dalam rangka mengantisipasi perilaku pemilih yang saat ini mulai mengandalkan media daring dalam menyerap informasi serta isu yang ada.

"Muara dari manajemen isu yang ada adalah bukan hanya menarik perhatian calon pemilih namun juga menyentuh suasana kebatinan calon pemilih sehingga turut mereaksi dengan mengeluaran pandangan-pandangannya," katanya.

Sebagai contoh pasca debat kedua antara kandidat presiden satu lawan satu, Joko Widodo dan Prabowo Subianto ada beberapa isu yang mengemuka, seperti soal kepemilikan tanah untuk bisnis dari salah satu kandidat presiden. Tampak terjadi perang pembentukan opini publik dari tim serta pendukung atau simpatisan masing-masing baik dari 01 dan 02.

Baca: Menelusuri Buzzer Pilpres di Sulut, Modal Ideologi tanpa Bayaran Bandingkan Gaji Buzzer Nasional

"Ketatnya persaingan tampak jelas dengan mulai terlihatnya dengan yang awalnya tim kandidat presiden 02 terlihat lebih aktif menyerang, maka terlihat ada perubahan strategi dari tim kandidat presiden 01 yang semakin aktif keluar menyerang guna menyeimbangkan situasi jelang hari H," ujarnya.

Ke depan tentunya perang dalam rangka manajemen isu akan semakin ketat guna mengejar margin elektabilitas. Hal ini berpotensi menghangatnya konstelasi politik dikarenakan suasana kebatinan para calon pemilih akan semakin tersentuh dengan gambaran semakin banyak yang mengekspresikan dukungannya kepada kandidat presiden yang dijagokan.

"Yang harus diantisipasi dari masing-masing tim pemenangan kandidat adalah tidak mengeluarkan isu tidak pas sehingga berpotensi kontra produktif. Dikarenakan isu yang tidak pas akan dilahap oleh tim lawan.
Selain itu diharapkan dinamika politik ke depan tidak menjadi liar agar situasi tetap kondusif sehingga para calon pemilih akan melihat perang manajemen isu dengan jernih," jelas Tumbelaka. (fin)

Berita Populer: Reino dan Syahrini Menikah Luna Maya Ucapkan Semoga Bahagia

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved