Warga Afghanistan Bakar Diri, Kepala Rudenim Manado: Kami Selalu Beri Mereka Makan
Kepala Rudenim mengatakan, meski status warga Afghanistan tersebut belum jelas, pihaknya tetap menjaga mereka.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: maximus conterius
Laporan Wartawan Tribun Manado Jufry Mantak
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado Arthur L Mawikere kembali meluruskan persoalan di balik kasus bakar diri seorang warga Afghanistan yang tinggal di Rudenim.
Sajjad (24), warga Afghanistan, harus dilarikan ke RSUP Prof RD Kandou Manado karena membakar dirinya pada Rabu (6/2/2019).
Api juga membakar pamannya, Muhammad Rahim (60), yang saat itu berdiri di sampingnya.
Aksi bakar diri Sajjad itu sebagai bentuk protes terhadap UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) atau Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi yang tidak menetapkan status pengungsi bagi dirinya dan pengungsi lainnya.
Baca: Cerita Sajjad, Pemuda asal Afganistan di Rudenim Manado soal Aksinya Bakar Diri
Baca: Warga Afganistan di Rudenim Manado Bakar Diri, Ini Kata Dosen Hukum Internasional Soal Status Mereka
Kepala Rudenim mengatakan, meski status warga Afghanistan tersebut belum jelas, pihaknya tetap menjaga mereka.
"Sejak tanggal 31 Januari 2019, kami dapat surat dari UNHCR, bahwa ke 12 warga Afghanistan, menolak untuk permohonan suakanya dan sudah diserahkan ke imigrasi atau sudah dalam keamanan negara," ujar Arthur kepada Tribunmanado co.id, Senin (11/2/2019).
Dengan status itu, mulai dari tanggal 1 Februari 2019, pihak Rudenim mulai memberikan makanan kepada dua keluarga tersebut.
"Namun mereka tidak mau makan. Akibatnya dua ibu mengalami sakit," tambahnya.
Baca: 2 Warga Afganistan Bakar Diri, Kepala Rudenim Manado: Status Mereka Immigratoir
Baca: Ini Kronologi Imigran Afghanistan Bakar Diri dari Kepala Rudenim, Jangan Sampai Mereka Rakit Bom
Arthur menyebut banyak pelanggaran yang dilakukan oleh warga asing tersebut di Rudenim.
"Dua keluarga Afghanistan itu tidak menghargai petugas di sini, menolak makanan yang diberikan. Tapi kami tidak membiarkan mereka, kami memberikan mereka makanan," tambahnya.
Saat ini status warga Afghanistan tersebut sudah dalam penanganan Imigrasi.
"Selain satu warga Afghanistan, ada dua warga lain di sini, yakni dari Malaysia dan Somalia," kata dia. (*)
TONTON JUGA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sajjad-24-warga-afganistan-5555.jpg)