Jualan Barang di Desa Tumaluntung, WNA Asal China Diamankan Imigrasi Bitung

Kantor Imigrasi Klas II Kota Bitung mengamankan Deng Qingxiang (51), Warga Negara Asing (WNA) asal negara Republik Rakyat China (RRC).

Jualan Barang di Desa Tumaluntung, WNA Asal China Diamankan Imigrasi Bitung
istimewa
foto Press Conference Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung 

Jualan Barang di Desa Tumaluntung, WNA Asal Cina Diamankan Imigrasi Bitung  

Laporan Wartawan Chintya Rantung

TRIBUNMANADO.CO.ID,BITUNG-- Kantor Imigrasi Klas II Kota Bitung mengamankan Deng Qingxiang (51), Warga Negara Asing (WNA) asal negara Republik Rakyat China (RRC).

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Klas II TPI Kota Bitung Lexie A Mangindaan didampingi Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung Reza Pahlevi,  WNA ini di tangkap saat berjualan sejumlah barang dari rumah ke rumah di Desa Tumalunung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara dan diduga manyalahi ijin tinggal.

Baca: Cerita Tentang Ahok saat ke Manado Masih di Gerindra, Suawa: Selamat Membuka Lembaran Baru

"Saat diamankan yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan identitas diri atau paspor dan langsung digiring ke Kantor Imigrasi untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Mangindaan, Rabu (23/01/2019).

WNA perempuan tersebut diamankan tanggal 19 November 2018 lalu, saat sementara menawarkan berbagai barang untuk dijual di Desa Tumaluntung.

Baca: Politisi Partai Golkar Ace Hasan Syadzily Bahagia Dengan Bebasnya Ahok Dari Penjara

“Saat diamankan, ditemukan sejumlah aksesoris perhiasan, sepatu, tas dan pakaian yang rencananya akan dijual kepada warga,” tambahnya kepada Tribunmanado.co.id.

Lexie menjelaskan, penangkapan itu bermula dari laporan warga jika ada seorang WNA China yang sering berkeliling berjualan barang dan langsung ditindaklanjuti Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian.

Baca: Putra Ahok Unggah Foto Bahagia saat Sambut Kepulangan sang Ayahnya: Dia Kembali!

“Qingxiang diduga melanggar izin tinggal yang diberikan sesuai dengan Pasal 122 huruf (a) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011," katanya.

Selanjutnya setelah melakukan BAP WNA tersebut diserahkan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bitung.

Baca: Ahok Bebas - Puluhan Ahoker Bermalam di Brimob hingga Aktivis 98 Ikut Menyambut

Deng Qingxian diduga menjual dengan barang bukti sebagai berikut, Kalung imitasi sebanyak tujuh buah, Gelang imitasi sebanyak 43 buah, Jam tangan imitasi sebanyak 17 buah, Anting imitasi sebanyak 87 buah, Dompet sebanyak tiga buah, Pakaian wanita sebanyak 33 buah, Sepatu sebanyak 14 pasang, Cincin imitasi sebanyak 138 buah, Pemotong tali jam satu buah, dan juga kedapatan Uang tunai pecahan Rp100 ribu dua lembar, Rp 50 ribu dua lembar, Rp 20 ribu lima lembar, Rp10 ribu sepuluh lembar, Rp 5 ribu satu lembar dan uang koin Rp 1000 empat serta Rp 100 satu.

Baca: Ahok Bebas - Puluhan Ahoker Bermalam di Brimob hingga Aktivis 98 Ikut Menyambut

"Proses penyelidikan sudah dinyatakan lengkap dengan diterbitkannya surat dari Kepala Kejaksaan Negeri Bitung tentang pemberitahuan hasil penyidikan perkara pidana atas nama Tersangka Deng Qingxiang yang disangka melanggar pasal 122 huruf Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian sudah lengkap (P-21) tanggal 10 Januari 2019," jelasnya. 

Penulis: Chintya Rantung
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved