Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Memori 1982 di Langit Indonesia, Cara Pilot British Air Bereaksi saat Mesin Pesawat Mati

Kabar gembira bagi para penumpang yang selalu gugup, bahwa mesin yang mati bukanlah alasan untuk panik. Bahkan para pilot pun tidak panik.

Tayang:
(dok Garuda Indonesia)
Ilustrasi pilot 

“Hampir tidak ada kejadian (pesawat jatuh) karena pesawat dirancang untuk terbang dalam jangka waktu lama pada satu mesinnya,” kata dia.

Faktanya, pesawat-pesawat modern memang dirancang untuk dapat meluncur dengan jarak jauh meski tanpa mesin.

Pun bila setiap mesin mati, pesawat harus tetap dapat meluncur hingga ke tempat pendaratan.

Beberapa penyebab mesin tiba-tiba mati di antaranya kehabisan bahan bakar, tabrakan dengan burung, atau kemasukan abu vulkanik.

Seorang pilot dari maskapai lain menjelaskan langkah yang mereka lakukan di saat mesin ngadat. Langkah-langkah itu harus terus mereka ingat.

“Prosedur itu di antaranya bagaimana menentukan kecepatan yang tepat dan bagaimana mendapatkan performa maksimal dari mesin yang tersisa. Selain itu, ada daftar perangkat elektronik apa saja yang harus kami periksa dan lakukan,” kata dia.

“Pada awalnya, kita turun ke ketinggian yang lebih rendah dan kemudian memutuskan di mana akan mendarat,” lanjutnya.

Baca: Dibocorkan Pilot, Ini 7 Hal yang Tidak Diketahui Penumpang Saat di Pesawat, Terakhir Memprihatinkan

Keputusan di mana mendarat darurat didasarkan pada cuaca dan jarak ke bandara terdekat.

Kata sang pilot, tidak ada batasan waktu yang ditentukan soal berapa lama pesawat dapat terbang dengan satu mesin selama pesawat memiliki bahan bakar.

Ketinggian yang tepat juga menjadi pertimbangan penting, namun menjadi persoalan bila harus melewati pegunungan yang sangat tinggi.

Namun, pilot harus segera mendarat ke tempat yang lebih aman di saat mesin mati. “Jangan terbang terus,” kata sang pilot.

Kabar gembira bagi para penumpang yang selalu gugup, bahwa mesin yang mati bukanlah alasan untuk panik. Bahkan para pilot pun tidak panik.

"Kita dilatih untuk menghadapinya (rasa gugup dan panik)," jelas sang pilot. "(Mesin mati) bukanlah masalah besar,” tekannya.

Penumpang mungkin atau mungkin tidak menyadari mesin telah gagal. Namun, apakah sang kapten akan memberi tahu penumpang, hal itu tergantung pada situasi yang tepat dan juga pada kebijakan maskapai; Hal ini sepenuhnya adalah keputusan kapten.

Baca: Apa yang Akan Terjadi Ketika Pesawat Terbang Melebihi Tinggi Maksimum?

Kata sang pilot, jika memang terjadi kegagalan pada mesin, kapten mungkin lebih ingin mengetahui apa yang terjadi pada penumpang.

Namun, jika penyebab mesin mati tak jelas, kapten mungkin tidak mengatakan apa-apa untuk menghindari para penumpang panik.

"Ini ditentukan berdasarkan kasus per kasus," kata pilot.

Bilamana pesawat diputuskan untuk mendarat, pilot harus bisa mengidentifikasi daerah mana yang cocok untuk pendaratan darurat.

Selagi mungkin, pilot juga harus bisa memecahkan persoalan mesin, sama seperti yang terjadi pada penerbangan British Airways tahun 1982. (*)

Sumber: The Express

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved