Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tajuk Tamu

Waktu dan Aktualisasi Diri

Waktu adalah sebuah horizon yang melingkupi seluruh dimensi kehidupan manusia, dan yang menjadi saksi utama

Editor: Aldi Ponge
Hans Hubertus 

Tajuk Tamu oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng Hans Hubertus 

TRIBUNMANADO.CO.IDWaktu adalah sebuah horizon yang melingkupi seluruh dimensi kehidupan manusia, dan yang  menjadi saksi utama dalam peristiwa hidup manusia adalah waktu.

Manusia hidup dan mati di dalam waktu karena waktu begitu akrab dengan manusia, namun terkadang manusia lupa  akan  makna waktu.

Kualitas hidup manusia dipertaruhkan dalam waktu, sehingga waktu dapat dikatakan sebagai prioritas utama untuk mengaktualisasikan diri. 

Agustinus dari Hippo pernah menulis sebuah karya yang sangat terkenal yaitu Conffesiones, salah satunya menjelaskan tentang ajaran waktu.

Baginya pengalaman dan kesadaran manusia akan waktu merupakan proses manusia yang sungguh menyadari akan kesadaranya.

Agustinus juga menyakini bahwa kesadaran manusia akan pengalamannya yang dilakukanya dalam ruang waktu meninggalkan jejak-jejak yang dapat “direkam” dalam bentuk gambar-gambar.

Dari gambar-gambar itu, dapat memperlihatkan tiga dimensi waktu yang kita kenal sekarang.

Pertama, waktu lampau adalah waktu yang pernah dialami manusia dalam sejarah hidupnya yang tidak dapat terulang kembali hanya menjadi kenangan yang selalu diingat.

Kedua, waktu kini adalah waktu yang sedang terjadi dan dialami lansung dalam hidup manusia.

Ketiga, waktu akan datang adalah waktu yang masih terbentuk dalam bayangan dan harapan semata. 

Dari ketiga waktu yang diuraikan diatas, maka waktu yang sungguh ada adalah waktu kini dengan segala realita yang nyata.

Waktu kini adalah waktu yang sementara berlansung, maka hal yang harus dikejar adalah memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien sebagai sebuah bentuk disiplin serta aktualisasi diri.

Kita pernah mendengar ada pepatah yang mengatakan “waktu adalah uang” kalimat ini hendak menyatakan bahwa waktu itu mahal dan sangat bernilai.

Manusia dalam hidupnya diberi waktu yang sama yaitu dalam satu hari ada 24 jam, jika manusia melewatkan waktu begitu saja maka akan mendatangkan kerugian yang besar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved