Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jokowi Berpantun Ketua DPR Keseleo Lidah: Salah Sebut Nama Lengkap Megawati

Sejumlah peribahasa dilontarkan Presiden Joko Widodo saat menutup pidato sidang tahunan MPR 2018 di gedung MPR/DPR, Jakarta,

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Para peserta sidang mendengarkan pidato kemerdekaan Presiden RI lewat video conference saat Rapat Paripurna di gedung DPRD Sulut, Kamis (16/8). 

Menggunakan gimmick-gimmick milenial, karena melibatkan video-video yang up to date dan memaparkan seluruh keberhasilan pencapaian pembangunan selama 4 tahun terakhir," ujar Rommy.

Ia juga turut menyoroti apa yang disampaikan Jokowi bukanlah sekedar untuk menggugah nasionalisme semata. Hal ini merujuk pada seruan Jokowi yang kerap dilontarkan, yakni terkait Sabang sampai Merauke, serta Miangas sampai Pulau Rote.

Menurut anggota DPR RI periode 2014-2019 ini, pidato Jokowi juga menunjukkan bukti kinerja pemerintahan empat tahun terakhir.

"Saya kira apa yang disampaikan Presiden itu bukan sekedar menggugah nasionalisme kita, tetapi juga menunjukkan keberhasilan atau jargon 'Kerja Nyata' yang sekarang ini memang digunakan Presiden untuk memberikan pesan secara eksplisit pada masyarakat," tegasnya.

"Bahwa empat tahun pemerintah selama ini adalah bekerja bekerja dan bekerja," ujar Romi.

Sementara itu Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring menyoroti pidato Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR, DPR, DPD yang terlalu banyak bicara soal pembangunan infrastruktur.

Menurut dia, Presiden Jokowi hanya menonjolkan infrastruktur, namun mengesampingkan kebutuhan pokok dan mendasar yang dibutuhkan rakyat.

"Saya setuju infrastruktur dibangun terutama sampai ke papua. Tapi untuk pengembangan lebih lanjut nanti harus diseimbangkan anggarannya," kata Tifatul.

"Jangan sampai kita fokus ke infrastruktur kemudian yang lain agak terbengkalai seperti subsidi terhadap masyarakat, kenaikan harga BBM, dan juga berbagai tarif seperti tarif listrik," tambah Anggota Komisi VII DPR ini.

Menurut Tifatul, persoalan kebutuhan pokok masyarakat ini juga sudah disampaikan secara tersirat dalam pidato Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Zulkifli yang berpidato sebelum Jokowi, menyebut bahwa para ibu resah dengan harga kebutuhan pokok yang kerap mengalami kenaikan. (Tribun Network/dit/kps/sen/wly)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved