Jokowi Berpantun Ketua DPR Keseleo Lidah: Salah Sebut Nama Lengkap Megawati
Sejumlah peribahasa dilontarkan Presiden Joko Widodo saat menutup pidato sidang tahunan MPR 2018 di gedung MPR/DPR, Jakarta,
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Menurut Jokowi, upaya perlindungan HAM ini sudah dijalankan pemerintah, salah satunya lewat Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2015 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Tahun 2015-2019. Jokowi pun mengajak seluruh elemen bangsa memberikan perhatian dalam penegakan HAM.
"Dalam melakukan berbagai lompatan kemajuan, kita membutuhkan keberanian. Kita harus memiliki ketegasan untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi kepentingan rakyat Indonesia," sambung dia.
Penyelesaian kasus HAM masa lalu menjadi bagian dari kampanye Jokowi di Pilpres 2014. Hal itu tertuang dalam visi misi Jokowi- JK yang dimuat dalam dokumen pendaftaran pasangan capres dan cawapres yang diunggah Komisi Pemilihan Umum(KPU) ke situs web www.kpu.go.id Dalam visi misi sebanyak 41 halaman itu, Jokowi-JK menyatakan perlu memasukkan muatan HAM dalam kurikulum pendidikan umum di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, serta di dalam kurikulum pendidikan aparat negara seperti TNI dan Polri.
Untuk penanganan kasus HAM masa lalu, salah satu poin dari 42 prioritas utama kebijakan penegakan hukum, Jokowi-JK berkomitmen akan menyelesaikan kasus kerusuhan Mei, Trisakti, Semanggi 1 dan 2, Penghilangan Paksa, Talang Sari-Lampung, Tanjung Priok, dan Tragedi 1965. Dijelaskan, kasus HAM masa lalu masih menjadi beban politik bagi bangsa Indonesia.

Ketua DPR Keseleo Lidah
Ada kejadian menarik saat agenda pidato tahunan MPR kemarin, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sempat salah menyebut nama Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dalam pidato pembukaan Sidang Bersama DPR dan DPD d Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Awalnya, Bambang menyapa Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir dalam sidang tersebut. Kemudian Bambang menyapa Megawati, namun ia keliru saat menyebut nama belakang Ketua Umum PDI-P itu.
"Yang kami hormati Presiden Indonesia kelima Ibu Hajah Megawati Soekarnoputra...," ujar Bambang. Sontak anggota Dewan yang mendengar bertepuk tangan. Bambang segera meralat ucapannya itu sambil menyebut Megawati dengan sebutan ibunda.
"Putri maksud saya. Maaf, Ibunda. Biar lebih afdal saya ulang. Kepada yang terhormat Presiden Indonesia kelima Ibu Hajah Megawati Soekarnoputri," ralat Bambang.
Setelah meralat, Bambang melanjutkan pidatonya dengan menyapa sejumlah pejabat tinggi negara, yakni Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Mahyudin, Ahmad Muzani, dan EE Mangindaan.
Namun, Bambang kembali keliru saat menyebut jabatan Muhaimin Iskandar. Bambang menyebut Muhaimin sebagai Ketua MPR, bukan sebagai Wakil Ketua MPR.
"Yang saya hormati Ketua MPR Saudara Muhaimin Iskandar," ucap Bambang. Ia pun berhenti sejenak sambil kembali membaca naskah pidatonya. "Oh ini tulisannya ketua. Yang kami hormati Wakil Ketua MPR saudara Muhaimin Iskandar," kata politisi Partai Golkar itu.
Pidato Jokowi Dipuji
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengomentari pidato Presiden Joko Widodo di sidang tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Kamis (16/8).
Rommy, begitu ia disapa, menyebut pidato Jokowi impresif dan sarat dengan gaya milenial. "Pidato presiden menurut saya impresif, karena dengan gaya yang lebih baru.