Jokowi Berpantun Ketua DPR Keseleo Lidah: Salah Sebut Nama Lengkap Megawati
Sejumlah peribahasa dilontarkan Presiden Joko Widodo saat menutup pidato sidang tahunan MPR 2018 di gedung MPR/DPR, Jakarta,
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah peribahasa dilontarkan Presiden Joko Widodo saat menutup pidato sidang tahunan MPR 2018 di gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis(16/8).
"Dari Ranah Minang, kita bersama-sama belajar, 'Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang'. Berat sama-sama kita pikul, ringan sama-sama kita jinjing," kata Jokowi.
Dari Tartar Pasundan, kita bersama-sama belajar, 'Sacangreud pageuh, sagolek pangkek'. Kita harus bekerja bersama dengan komitmen dan konsistensi.?
Dari Bumi Anging Mamiri, kita bersama-sama belajar, 'Reso temma-ngingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata'. Kita harus kerja keras bersama, ikhlas, dan berdoa agar tujuan kita tercapai.
Dari Bumi Gora, kita bersama-sama belajar, 'Bareng bejukung, bareng bebose'. Kita kerja bersama, kita nikmati bersamasama jerih payah kita. Dari Banua Banjar kita bersamasama belajar, 'Waja sampai kaputing'. Kita kerja bersama dengan penuh semangat, tidak patah di tengah jalan, tidak pernah menyerah,".
"Saya yakin, dengan kerja nyata kita bersama, kita mampu meraih prestasi bangsa. Kerja kita, prestasi bangsa. Dirgahayu Republik Indonesia! Dirgahayu Negeri Pancasila," tutup Jokowi.
Saat pidato tahunan MPR membeberkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2018 dan dampak positifnya untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.
"Ekonomi kita terus tumbuh di kisaran 5 persen per tahun di tengah ketidakpastian pada ekonomi dunia yang sedang berlangsung," ujar Jokowi.
Inflasi juga dapat dikendalikan, yakni berada pada kisaran 3,5 persen.
Bahkan, pada Juni 2018, pemerintah berhasil menekan inflasi pada angka 0,59 persen. Angka ini terendah dibandingkan inflasi saat hari besar keagamaan nasional selama tujuh tahun terakhir.
"Ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa untuk menjaga daya beli rakyat," ujar dia.
Pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang baik itu berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Angka pengangguran terbuka diklaim turun jadi tinggal 5,13 persen pada Februari 2018 dan persentase kemiskinan turun dari 11,22 persen pada Maret 2015 menjadi 9,82 persen pada Maret 2018.
Meski demikian, pemerintah terus memberikan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat, yakni dengan program bantuan sosial. "Program Keluarga Harapan kita perluas cakupannya dari hanya 2,7 juta keluarga tahun 2014 menjadi hampir 6 juta keluarga penerima manfaat pada tahun 2016 dan akan secara bertahap meningkat hingga 10 juta keluarga penerima pada tahun 2018," papar Jokowi.
Janji Selesaikan Kasus HAM
Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian yang kuat pada upaya penghormatan, perlindungan, pemenuhan, dan penegakan Hak Asasi Manusia.
"Pemerintah berupaya mempercepat penyelesaian kasus- kasus HAM masa lalu serta meningkatkan perlindungan HAM agar kejadian yang sama tidak terulang lagi di kemudian hari," kata Jokowi.