Mengenang 7 Hari Meninggalnya Benny Tungka: Bapak Bagi Semua Kalangan
Kepergian Bapak Benny Tungka meninggalkan rasa duka yg sangat mendalam bagi saya.
Beliau akan bertanya ataupun memberi perintah2 yang tdk terduga, sehingga mendorong kami utk segera mencari tahu semua hal yang ditanyakan atau diperintahkan tersebut.
Ini membuat kami termotivasi untuk terus belajar tentang berbagai hal secara detail.
Suatu ketika beliau bertanya, Lus (panggilan singkat beliau kepada saya): taukah kau tentang pepatah kerbau? Saya katakan, lupa Pak. Lalu beliau katakan, begini pepatahnya:
"Sebodoh-bodohnya kerbau,dia tak kan mau terperosok pada lubang yang sama untuk kedua kalinya", sehingga jika kita berbuat kesalahan yang sama untuk kedua kali, maka kita lebih bodoh dari kerbau itu. Pepatah ini memperingatkan kami untuk selalu berbuat hal-hal yang benar dalam hidup ini.
Bapak Benny mengajari saya untuk menerapkan keserasian antara pola pikir, pola bicara dan pola tindak.
Ketiga pola ini hendaknya dijalankan secara bersama-sama dalam kehidupan saya. Jangan bicara lain lalu bertindak lain. Jangan berpikirnya lain lalu berbicaranya lain,begitupun sebaliknya.
Kami semua diminta untuk bergerak cepat, cekatan namun harus tepat dalam setiap pekerjaan yang kami tekuni setiap hari.
Beliau sangat low profile, tidak menempatkan dirinya sebagai seorang "Big Boss" yang jauh dari jangkauan kami. Beliau mengajak kami atau siapa pun karyawannya untuk duduk makan bersamanya, tanpa membeda-bedakan level jabatan karyawannya.
Bahkan,ketika sedang makan bersama,bisa saja tangannya mendarat di piring kami untuk mengambil makanan kami dan memakannya tanpa ada rasa sungkan sedikitpun.
Semua makanan yg sdh dipesan dan ada di hadapan kami, harus dihabiskan,tidak boleh ada yg tersisa.
Ketika proses reklamasi sedang berlangsung, beliau memantau secara langsung 1x24 jam. Praktis kami tidak bisa tidur dan istirahat secara teratur, termasuk beliau sendiri.
Dump truck dan semua alat berat (excavator dll), beroperasi 22 jam setiap hari yang terbagi dalam dua shift. Masing-masing shift diberi waktu satu jam untuk persiapan over driver/operator dan pengisian bbm.
Dalam operasi penimbunan yang berlangsung tersebut, beliau memantau dan memeriksanya terus-menerus. Memastikan bahwa semua pekerjaan berjalan dengan baik dan aman.
Beliau memeriksa setiap detail operasi penimbunan, mulai dari area pemuatan sampai dengan pembuangannya di lokasi Kawasan Megamas Boulevard Manado.
Beliau akan bertanya: berapa unit mobil yang jalan, berapa alat berat yang beroperasi, siapa-siapa sopir dan operator, siapa pengawas lapangannya, sudah berapa kubik tanah dan batu yang masuk, apakah semua kendaraan dan alat berat dalam keadaan aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/benny-tungka_20180326_114713.jpg)