Mengenang 7 Hari Meninggalnya Benny Tungka: Bapak Bagi Semua Kalangan
Kepergian Bapak Benny Tungka meninggalkan rasa duka yg sangat mendalam bagi saya.
Oleh Carolus Bolly, SE,MM.
Ketua Komisi III DPR Papua,
Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Papua
Kepergian Bapak Benny Tungka meninggalkan rasa duka yg sangat mendalam bagi saya.
Dalam kehidupan saya bersama beliau, tentu tdk sebanding dgn lebih banyak karyawan lain yg lebih senior dan tentu lebih lama bersama beliau dan ibu dalam perusahaan yg beliau dirikan dan pimpin bernama PT. Megasurya Nusalestari.
Sy bekerja di perusahaan ini hanya sekitar 4 tahunan,yaitu sejak akhir tahun 1999-2004.
Namun dlm waktu yg relatif singkat ini, sy diberi banyak kesempatan berharga oleh Bapak Benny. Awalnya saya ditempatkan sbg Staf Logistik Spare Parts.
Kemudian sy ditugaskan ke lapangan untuk menjadi pengawas pada proses penimbunan tanah dan batu utk reklamasi yg pada waktu sedang berlangsung.
Tidak lama saya di lapangan, datang kabar tiba2 dari beliau melalui Manajer Operasional saya pd waktu itu: Bapak Rafiuddin Djamir, SE bahwa saya ditarik utk mendampingi Bapak Benny sbg Sespri (pd waktu itu disebut Aspri), menggantikan pejabat sebelumnya, sahabat saya Iwan Setiawan.
Di posisi inilah petualangan saya bersama beliau dimulai.
Saya tidak menyangka sebelumnya bahwa saya akan dipercayakan utk mendampingi beliau sbg Aspri, menemani beliau hampir 1x24 jam setiap hari, selama lebih kurang 8 (delapan) bulan, dan menjabat terakhir sebagai Manajer Operasional PT. Megasurya Nusalestari,menggantikan Bapak Rafiuddin Djamir,SE yg dipromosi sebagai Dirut PT. Cipta Buana Surya Lestari.
Berada di samping beliau inilah saya mendapatkan banyak sekali ilmu, pengetahuan dan keterampilan dalam bekerja, terutama ajaran2 beliau tentang nilai2 kehidupan yang harus dipegang teguh sebagai penuntun arah kehidupan.
Nilai-nilai yang beliau ajarkan diminta untuk diterapkan bagi diri sendiri dan dalam hidup bersama orang lain.
Beliau selalu mengingatkan kami untuk bekerja dengan jujur, sebagaimana beliau mengingatkan kami agar "tidak boleh membawa uang haram ke dalam rumahmu untuk memberi makan istri dan anakmu".
Bekerja dgn beliau tidak ada istilah "tidak tahu", beliau mengajarkan kami untuk tanggap dan inisiatif mencari tahu tentang hal apa pun dalam pekerjaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/benny-tungka_20180326_114713.jpg)