Tinjau Pasar Sagerat, Wali Kota Bitung Komentari Tempat Menyusui
Peninjauan kali ini dilakukannya dengan sangat teliti. Hampir semua bagian pasar ia tanyai. Semua dikomentarinya.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: maximus conterius
Laporan wartawan Tribun Manado, Arthur Rompis
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Wali Kota Bitung Max Lomban meninjau pembangunan pasar rakyat di Kelurahan Winenet, Selasa (16/01/2018) sore.
Peninjauan kali ini dilakukannya dengan sangat teliti. Hampir semua bagian pasar ia tanyai. Semua dikomentarinya.
"Wah, bagusnya ada empat ATM di sini," kata dia usai menyimak penjelasan Kadisperindag Bitung Benny Lontoh mengenai ATM di bagian depan pasar.
Di samping ruangan ATM ada sebuah ruangan, yang menurut Benny adalah tempat menyusui. Lomban menimpali.
"Kalau ada pembeli yang hendak menyusui anaknya bisa menggunakan ruangan ini, kalau menyusui di luar bisa lain ceritanya, bukan begitu, Pak Benny?" kata dia.
Dalam pasar didominasi lapak. Namun ia lebih banyak bertanya mengenai saluran pembuangan yang terdapat di sekeliling lapak.
Ada saluran kecil di samping lapak yang bermuara pada sebuah saluran berukuran lebih besar di ujung lapak.
"Kalau ini bagaimana cara kerjanya?" ujar dia sambil menatap saluran tersebut.
Agak lama Lomban memberondong Benny dengan pertanyaan tentang pembuangan limbah.
Lomban tampaknya penasaran dengan alur pembuangan limbah itu. Seperti biasa ia memberi komentar.
"Harus ada petugas kebersihan tersendiri," kata dia.
Di samping ruangan pasar, ada sebuah tempat kosong. Lomban bertanya apa fungsi tempat itu, yang dijawab Benny tiada.
"Jangan sampai ditempati orang tak berhak, organisasi pasar harus terpisah dari Pasar Winenet dan kepala pasarnya harus orang yang punya keberanian," ujarnya.
Alasan "ketelitian" Lomban nanti terungkap usai peninjauan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pasar-sagerat_20180117_003958.jpg)