Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Single Focus Reporting

(CONTENT) Revina 2 Jam Menunggu Angkot, Aksi Mogok Bikin Terlambat ke Kampus

Demo massal angkutan kota (angkot), taksi dan Angkutan Kota Dalam Provinsi, Kamis (23/3), melumpuhkan aktivitas dan sebagian perekonomian di Manado.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alexander Pattyranie

Para penumpang di Paal Dua menumpuk karena tidak ada angkot, nanti beberapa saat baru ada Damri bahkan mobil bus dalmas turut mengangkut penumpang.

Hari Ini Normal Lagi

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Joi Oroh menegaskan bahwa keberadaan taksi gelap yang beroperasi di sejumlah titik di Kota Manado tetap diawasi.

"Dalam dua bulan ini sesuai Undang‑undang Nomor 22 terkait penindakan kendaraan hanya pada angkutan umum di dalamnya perizinan, buku KIR dan kendaraan di terminal itu kewenangan kami. Untuk taksi gelap tidak berkewenangan tahan SIM dan STNK, hanya arahkan mereka masuk dalam angkutan carter atau sewa, harus resmi lalu berbadan hukum," jelas Oroh, di ruang kerja Asisten III, Kamis kemarin.

Untuk angkutan online, menurut dia, sehari sebelum aksi demo sudah melakukan pertemuan dengan Dishub Kota Manado, didapati tidak ada pelaporan terkait beroperasinya mereka.

"Dalam Permenhub Nomor 32 diatur angkutan online bisa operasi dengan membentuk badan usaha dan badan hukum. Terjadi polemik panjang dalam Permen itu sehingga Kemenhub lakukan revisi Permen itu akan diberikan kewenangan kepada Gubernur terkait kuota dan tarif, sementara izinnya masuk dalam angkutan sewa khusus," jelasnya.

Menyambut revisi Permen itu, pihak Dishub Sulut, Polda Sulut, stakeholder terkait serta masyarakat akan bersama membahas ini ketika nanti ditetapkan.

Akan mencari formula untuk pengoperasiannya di Sulut sambil tunggu petunjuk dari Kementerian perhubungan terkait tarif dan kuota.

"Supaya ada persaingan sehat. Tarif agar ada rasa kesetaraan akan diatur dalam waktu dekat ini," tambahnya.

Sehari sebelum demo, Gubernur Olly Dondokambey sempat menanggapi banyaknya penolakan dari angkutan umum terhadap Gojek dan Gocar.

Dia menyebut penolakan itu adalah wajar.

"Setiap usaha baru, usaha lain turun, komunikasikan dengan baik agar tidak meresahkan masyarakat," pesan Olly.

Sementara itu, para pengusaha dan sopir yang

berdemo mengaku kecewa karena tak bisa bertemu Gubernur Olly Dondokambay atau Wagub, Steven Kandouw.

Mereka ditemui Assisten III, Roy Roring dan Kadishub, Joi Oroh.

"Atas nama pengusaha dan pengemudi se Sulut orasi dan tuntutan kami tidak diterima Pemerintah Provinsi Sulut, kami menyesal," kata perwakilan aksi, Semual Lanongbuka.

Semual yang juga menjabat ketua kerukunan sopir angkot se-Kota Manado menilai Pemerintah Provinsi tidak peduli terhadap rakyatnya yang ingin ketemu untuk menyampaikan tuntutan.

Meski tak diterima Gubernur atau Wakil Gubernur, dia mengajak semua yang mendemo berterima kasih sambil panjatkan doa.

"Ke depan kami akan turun demo dengan kekuatan lebih banyak lagi dan full. Besok (hari ini) kami tetap kembali beroperasi seperti biasanya," tukasnya.

Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved