Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu: Arti Kehidupan

Waktu berlalu bagaikan angin dan tak pernah memberi isyarat waktu berlaku tanpa kita sadari.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
Net
Ilustrasi 

Pdt Deisy Rawis-Singkoh STh
Pendeta Jemaat GMIM Getsemani Paal IV

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Waktu berlalu bagaikan angin dan tak pernah memberi isyarat waktu berlaku tanpa kita sadari. Waktu tidak dapat dikuasai oleh kita.

Bagi orang sibuk, tak jarang waktu itu dirasa amat pendek. Tetapi bagi pengangguran, waktu terasa menyiksa untuk dilalui.

Waktu memang bukan untuk ditaklukan sebab waktu tidak bisa digenggam. Manusia hanya bisa mengalir di dalamnya dan menikmatinya tanpa bayar.

Suadara tanpa terasa kita sudah masuk di bulan April. Bagi kita yang sibuk dalam tugas-tugas kehidupan kadang kehilangan makna hidup.

Kita malah sering terjebak pada aktivitas yang menghilangkan kesadaran bahwa kita manusia yang begitu berarti.

Apa arti hidup? Secara spontan kita mungkin bisa menjawab bahwa hidup itu karunia Allah berupa kesempatan untuk memuliakan Allah.

Namun, benarkah demikian?

Sudahkah kita sadar bahwa apa yang sedang kita kerjakan dan perjuangkan dalam hidup ini adalah untuk memuliakan Allah?

Apakah memang kegiatan kita telah dikaitkan dan diarahkan sesuai dengan kehendak Allah?

Sederetan pertanyaan ini hanyalah kita pribadi yang dapat menjawabnya secara jujur.

Saudara, Nabi Yesaya pernah mengatakan bahwa hidup manusia itu seperti rumput di padang yang bisa menjadi layu kering dan mati. Perkataan ini nampaknya tak ada artinya bagi kita. Tetapi sesungguhnya hidup kita cepat ayau lambat akan mengakhiri perjalanan dunia ini.

Hidup ini hanyalah sebuah terminal dimana kita harus melanjutkan perjalanan menuju keabadian.

Namun begitu apa yang kita lakukan di dunia ini akan menentukan tujuan akhir perjalanan hidup kita.

Waktu jangan diremehkan begitu saja. Kalau Tuhan menambahkan umur kepada kita, hendaknya itu dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat sebab tidak ada yang abadi di dunia ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved