Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Travel

Air Mata 11 Jam Terhapus Cantiknya ‘Shadow Triangle’ di Puncak Tertinggi Sulawesi Utara

Siapapun di antara kami tak pernah memiliki ekspektasi setinggi ini. Menjejakkan kaki di puncak tertinggi Sulawesi Utara.

Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL
Pendaki berpose di depan fenomena alam langka 'Shadow Triangle', yaitu bayangan segitia Gunung Klabat saat matahari terbit dan langit bersih dari awan dan kabut. Foto diambil dari atas puncak Gunung Klabat, puncak tertinggi Sulawesi Utara, di ketinggain 1.995 MDPL. (TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL) 

Track pendakian Gunung Klabat memang terbilang tak mudah. Sejak memulai perjalanan dari pos satu medan pendakian terus menanjak dengan tingkat kemiringan terus bertambah.

Dibutuhkan energi ekstra, dan mental yang prima jika ingin mendaki gunung ini.

Sepanjang perjalanan, sejumlah anggota tim menyempatkan waktu berhenti beberapa menit untuk minum, dan menyantap beberapa makanan penambah energi semisal coklat, madu, dan susu kental.

Bagi saya, ternyata cara ini sangat efektif untuk menambah kekuatan selama pendakian.

Pendakian malam ini, anggota tim lebih banyak diam untuk mengantur kondisi tubuh agar tak cepat lelah. Maklum, hampir semua anggota tim baru pertama kali mendaki gunung.

Guide terus mengingatkan tim untuk berhati-hati karena medan terjal dan jurang di sisi kanan dan kiri track pendakian akan sangat mengancam keselamatan jika kurang awas.

Penjalanan makin sulit, medan berbatu dan menanjak memaksa tim untuk menggunakan tangan, lutut , dan kaki untuk naik.

Kami beruntung, banyak pria di dalam anggota tim sehingga bisa membantu anggota tim wanita di sejumlah titik sulit.

Akar pohon yang banyak terdapat di sepanjang jalur pendakian cukup memudahkan kami untuk naik.

Perlahan tapi pasti satu per satu tim menjajal medan terjal.

Kami membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk bisa menggapai pos dua.

Istirahat makan malam kami lewati sambil bercengkerama. Kondisi tubuh mulai lelah, tapi semangat masih membara.

Tak membuang waktu, perjalanan lanjut menuju pos tiga. Durasi menuju pos ini sekitar 45 menit.

Medan perjalanan makin sulit. Tim harus diperhadapkan dengan dinding batuan besar dengan kemiringan sangat curam.

Naik perlahan menggunakan kaki dan tangan, sambil berhati-hati dengan jurang di sisi kiri track pendakian.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved