Citizen Journalism
Kongres ITJI Akomodir Perwakilan Jurnalis Daerah
Pengurus baru Ikatan jurnalis televisi indonesia IJTI resmi terbentuk melalui kongres nasional ke 4 yang berlangsung di hotel Millenium Jakarta
KONGRES Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) ke-4 yang berlangsung di Hotel Millenium Jakarta, Jumat 30 November hingga Minggu 2 Desember berhasil menelorkan pengurus baru IJTI. Kongres ini diikuti 24 cabang IJTI provinsi se-Indonesia.
Sejumlah workshop dan seminar mengawali pembentukan pengurus baru tersebut. Pemateri didatangkan dari Dewan Pers Indonesia dan pihak terkait seperti Mabes Polri, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) LBH Pers dan orasi ilmiah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD
Pembentukan kepengurusan baru diawali dengan sejumlah workshop bagi jurnalis televisi dari dewan pers dan pihak terkait seperti mabes Polri, komisi penyiaran Indonesia (KPI), LBH pers dan ditutup dengan orasi karya ilmiah dari ketua MK, Mahfud MD.
Sebelum pemilihan ketua umum, dilakukan pemilihan Pimpinan Sidang. Pimpinan sidang terpilih dari pengusulan dan disetujui oleh anggota IJTI yang hadir yaitu: Jamalul Insan, Jufri Alkatiri, Niko, Muchlis Ainul Rofiq dan penulis. Sebagai jurnalis Metro TV Sulut, penulis terpilih sebagai keterwakilan daerah yang kemudian menjadi Kordinator Wilayah Indonesia Timur dalam susunan pengurus pusat IJTI.
Forum mengusulkan tujuh nama sebagai calon ketua umum, yakni Edy Irawan ( Indosiar Sumut), Yadi Hendriana (Wapemred Global TV), Gusven Khairul (Televisi lokal di Padang), Eko Ardianto (ANTV), Jamalul Insan (RCTI), Muchlis Ainul Rofiq (ANTV).
Gusven Khairul mengundurkan diri karena telah tercatat sebagai pengurus salah satu partai. Proses pemilihan pun berjalan tertib, demokratis dan jujur. Dari 141 surat suara, Yadi Hendriana mengumpulkan suara terbanyak dan terpilih sebagai Ketua Umum IJTI periode 2012-2016. Sedangkan Jamalul Insan terpilih sebagai Sekjen.
Pengurus IJTI periode 2012-2016 ini menggantikan pengurus lama yang dipimpin Imam Wahyudi (Ketua Umum) dan Bekti Nugroho (Sekjen). Kepengurusan baru IJTI segera menjalankan sejumlah program untuk mengembangkan profesi jurnalistik televisi, diantaranya dengan peningkatan kompetensi jurnalis televisi.