Citizen Journalism
Ada 4 Juta Lebih WNI di Luar Negeri
Barangkali tidak ada yang mengira jumlah masyarakat Indonesia di luar tanah air empat juta lebih.
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, AS-Barangkali tidak ada yang mengira jumlah masyarakat Indonesia di luar tanah air empat juta lebih. Membayangkan jumlah angka tersebut, pastilah yang segera terbersit dalam pikiran adalah para tenaga kerja Indonesia. Padahal, meminjam istilah Dubes Indonesia di AS, Dino Patti Djalal, TKI hanyalah bagian kecil dari masyarakat Indonesia diaspora di luar tanah air. Menurutnya, definisi “diaspora” itu sendiri harus dilihat secara luas. Dalam konteks warga diaspora Indonesia , itu berarti setiap orang Indonesia yang berada di luar negeri, baik yang berdarah maupun yang berjiwa Indonesia, apapun status hukum, bidang pekerjaan, latar-belakang etnisnya. Orang asing yang pecinta tanah air Indonesia, memiliki hubungan keluarga dengan warga Indonesia dikategorikan bagian dari diaspora Indonesia.
“Prinsipnya selama dihatinya ada Indonesia, apapun warna kulit, warna paspor dan jenis visanya, maka ia adalah bagian dari Indonesia. Presiden Barack Obama juga kami anggap warga diaspora Indonesia,” ungkap Dubes Dino Patti Djalal saat sosialisasi Conggres Diaspora Indonesia (CID) yang bakal digelar 6-8 Juli mendatang di Los Angeles Convention Center, California.
Tujuan utama CID 2012, menurutnya untuk merangkul, mendorong serta memberdayakan masyarakat diaspora Indonesia menjadi sebuah komunitas besar, membangun sebuah kekuatan yang riil. Sebagai aset potensial yang harus dihargai sebagai bagian penting, unsur bangsa yang produktif, dinamis serta kunci penting dari sukses bangsa Indonesia.
Persiapan pertemuan akbar pertama yang dilakukan warga diaspora Indonesia di luar tanah air tampak matang. Topik-topik seminar relevan dengan kepentingan warga diaspora. Misalnya, “Connecting Indonesian Voices, Ideas and Skills to the World”, “Making Career Choices: To Stay or To Return”, “Entrepreneurship”, “Education and Innovative”, “Creative Economy”, “Immigration Issues”, “Domestic Workers and Informal Sector”, “Citizenship Issues: Legal Status, Dual Citizenship”, Indonesian Students: Academic and Visa Issues”, “Raising Diaspora Children”, “Becoming Agents for Indonesian Products”. Sementara para pembicara antara lain, Dr. Mari Elka Pangestu/Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Prof. Dr. KH. Mohammad Nuh/Menteri Pendidikan, Dr. Sri Mulyani Indrawati/Managing Director World Bank, Dr. Sehat Sutarda/Pres.Marvell Technology Group, Prakash Lohia/Managing Director Indorama Group, Putera Sampoerna/Pendiri Putera Sampoerna Foundation, Chaerul Tanjung/Ketua Komite Ekonomi Indonesia, Prof. Dr. Yohanes Surya/Fisikawan, Hermawan Kertajaya/Pres.
World Marketing Association, John Riady, Peter Gontha. Juga akan dimeriahkan oleh rombongan artis nasional seperti Ruth Sahanaya, AB Three, Denada, dll. KBRI AS selaku penyelenggaran CID 2012, Los Angeles, CA mempersiapkan juga pameran batik, bazaar kuliner Indonesia, serta ‘jobs fair’ (bursa tenaga kerja). (*/Johannes Pontoh)