Citizen Journalisme
Belajar CPOTB dan Quality Control di Pabrik Jamu
DUNIA farmasi, khususnya dalam pembuatan obat, berhubungan erat dengan keselamatan jiwa manusia
Penulis: | Editor:
DUNIA farmasi, khususnya dalam pembuatan obat, berhubungan erat dengan keselamatan jiwa manusia. Kesalahan dalam meracik bahan obat, kurang higienisnya proses produksi serta mekanisme pengawasan serta kontrol kualitas (quality control) yang kurang baik akan menghasilkan produk obat yang bukannya memberi dampak positif, namun justru berdampak buruk bagi konsumen.
Karena itu, pembuatan obat termasuk obat tradisional seperti jamu, perlu mengikuti standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), serta konsisten dalam menjalankan mekanisme Quality Control (QC). Pelajaran inilah yang dipetik para mahasiswa Farmasi FMIPA UKIT, dalam kunjungan dihari keempat, Kuliah Kunjungan Industri (KKI) ketika mengunjungi pabrik Jamu PT Air Mancur di Solo Jawa Tengah.
Di Pabrik Jamu yang berdiri sejak tahun 1963 tersebut, para mahasiswa mendapatkan penjelasan tentang skema produksi, sejak pengambilan bahan baku hingga proses distribusi yang mengedepankan ketelitian, higienitas dan quality control sesuai dengan standar CPOTB. Bahan baku diambil langsung dari petani yang beberapa diantaranya merupakan kelompok binaan perusahaan. Bahan baku tersebut dalam prosesnya dilakukan pemerikasaan sebanyak dua kali dalam beberapa tahap. Jika memenuhi syarat barulah bahan tersebut dibuat jamu.
"Proses pembuatannya melalui beberapa tahap yaitu ekstraksi, mixing, sampai pada pengemasan. Sebelum didistribusi, jamu juga akan melalui proses pemeriksaan baik kemasan maupun khasiatnya," jelas Retno, mewakili pimpinan PT Air Mancur, Kamis (29/3).
Pemeriksaan dimaksud mencakup pengujian farmakologi dan toksikologi dengan menggunakan hewan uji. Selain itu, mahasiswa juga diajak meninjau langsung proses produksi. Aryani Tampi, peserta KKI terpukau dengan proses penentuan expire date (tanggal kadaluwarsa), dan pengujian produk di bawah sinar matahari untuk melihat pengaruh terhadap kualitas jamu.
Bahkan perusahan ini, siap bekerjasama untuk kerjasama penelitian bersama mahasiswa, ketika para peserta bertanya. (*)