Begini Alasan Presiden Titip Satu Kriteria Pimpinan KPK
Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) memenuhi undangan Presiden Joko Widodo
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) memenuhi undangan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/6). Kepada anggota Pansel Capim KPK tersebut, Presiden Jokowi menitipkan satu kriteria calon pimpinan KPK, yakni pimpinan KPK harus memiliki keterampilan manajerial atau managerial skill.
Sebab, menurut Presiden, seorang pimpinan KPK tak hanya memerlukan kemampuan investigatif saja, namun juga membutuhkan kemampuan manajerial untuk mengatur tata kelola institusi.
Baca: Penumpang Ambil Alih Serang Sopir saat Bus Melaju: 12 Korban Meninggal dan 45 Luka-luka
"Presiden mengharapkan pimpinan KPK ke depan harus mempunyai apa yang namanya managerial skill yang sangat kuat," ujar anggota Pansel Capim KPK, Diani Sadia, usai pertemuan.
Pansel mengapresiasi masukan dari Presiden itu. Kriteria tersebut memang menjadi bagian kriteria yang akan dicari oleh Pansel dari para calon pimpinan KPK. "Karena internal dan eksternal KPK ini perlu juga kita benahi," ujar Diani.
Menurutnya, Pansel juga mempunyai tugas besar untuk mencari sosok-sosok pimpinan KPK yang tidak sekadar memiliki kemampuan investigasi atau hal teknis berkaian dengan pencegahan dan pemberantasan korupsi. "Karena sekali lagi, KPK akan kita benahi, baik di eksternal maupun internal," ujar Diani.
Ketua Pansel Yenti Garnasih mengatakan, masukan itu muncul ketika Presiden Jokowi dan anggota Pansel Capim KPK membicarakan dinamika pencegahan dan pemberantasan korupsi terkini.
"Kami membahas berbagai permasalahan yang ada di dalam dinamika pemberantasan dan pencegahan korupsi selama empat tahun terakhir ini. Presiden sangat memahami dan mengikuti dinamika yang ada," ujar Yenti.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga meminta agar para anggota Pansel dapat mengemban amanah seleksi capim KPK dengan baik sehingga bisa menghasilkan komisioner yang baik.
Baca: Jadwal Copa America 2019 - Jepang vs Chile, Live KVision TV Hari Selasa (18/6/2019) Pukul 06.00 WIB
Selain Yenti Ganarsih dan Diani Sadia, beberapa anggota Pansel Capim KPK yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi itu adalah Indriyanto Senoadji (wakil ketua), Harkristuti Harkrisnowo, Hamdi Moeloek, Marcus Priyo, Hendardi, Al Araf, dan Mualimin Abdi. Pertemuan Jokowi dan Pansel KPK berlangsung tertutup dari awak media.
"Ya kami diundang Presiden. Bapak Presiden menyampaikan nanti mungkin ya, bahwa kita harus mengemban tugasnya dengan baik, menghasilkan komisioner yang baik, dengan melihat keadaan sekarang supaya kita menghasilkan komisioner yang bisa lebih baik. Baik dalam penindakan maupun permasalahan internal, pastinya kemungkinannya seperti itu," kata Yenti sebelum pertemuan.
Pansel Capim KPK ini akan menjaring calon pimpinan KPK untuk masa jabatan 2019-2023. Pendaftaran bagi calon pimpinan KPK sudah dibuka pada 17 Juni sampai 4 Juli 2019.
Sebelumnya, komposisi Pansel Capim KPK yang dibentuk Presiden Jokowi ini mendapat kritik dari koalisi masyarakat sipil antikorupsi. Para aktivis menilai Pansel diisi orang-orang yang tidak independen.
"Ada nuansa bahwa Presiden lebih mempertimbangkan harmoni dan kompromi kepentingan elite dalam lingkaran terdekatnya daripada upaya yang sungguh-sungguh untuk memberantas korupsi," ujar anggota koalisi Kurnia Ramadhana, Sabtu (18/5).
Menurut koalisi, Jokowi mengabaikan aspek rekam jejak yang dilihat dari integritas maupun sikap atau posisi anggota Pansel terhadap kelembagaan KPK. Selain itu, beberapa nama Pansel juga dianggap memiliki kedekatan dengan Mabes Polri. Hal ini memicu kecurigaan adanya kehendak untuk mempertahankan kontrol elite kepolisian atas KPK.
Awasi Proses Seleksinya