Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Naik: Kandouw Minta Kader PDIP Kerja Keras

Survei terbaru Litbang Kompas pada 22 Februari 2019-5 Maret 2019 menunjukkan penurunan elektabilitas pasangan calon Joko Widodo

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
ist
Steven Kandouw 


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Survei terbaru Litbang Kompas pada 22 Februari 2019-5 Maret 2019 menunjukkan penurunan elektabilitas pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sebaliknya, elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami kenaikan. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,2 persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 persen, dan 13,4 persen responden lainnya menyatakan rahasia (lihat grafis).

Pada survei Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen dengan keunggulan Jokowi-Ma'ruf. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.

"Bersandar pada kedua periode hasil survei itu, dapat dikatakan momentum penguasaan politik enam bulan terakhir cenderung mengarah pada Prabowo-Sandi," tulis peneliti Litbang Kompas, Bestian Nainggolan, seperti dikutip dari harian Kompas, Selasa (20/3/2019). Terjadi peningkatan hingga 4,7 persen atau rata-rata mendekati 1 persen setiap bulan untuk Prabowo-Sandiaga. Sebaliknya, pada momen sama, rival politik mereka (Jokowi-Ma’ruf) cenderung menurun hingga 3,4 persen.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulawesi Utara, Steven Kandouw menilai meski Jokowi-Ma’ruf masih unggul, tim pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 tak mau takabur. "Kami menyadari tetap segala sesuatu bisa terjadi. Tim kami tidak mau terlena dan tak takabur," kata Kandouw.

Hasil survei itu, kata Wakil Gubernur Sulut ini, semakin memacu kerja tim kampanye daerah di sisa waktu kurang dari sebulan. Tugas Tim Kemenangan Daerah (TKD) Sulut bagaimana makin meyakinkan masyarakat untuk memilih Jokowi-Ma’ruf.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulut, Melky Suawa mengatakan, pihaknya menghargai semua lembaga survei.
Namun mereka punya survei internal. "Survei kami Prabowo menang," katanya. Dikatakannya, fakta di lapangan, simpati terhadap Prabowo meningkat pesat.

Itu tampak dari membludaknya massa pendukung Prabowo saat mengunjungi sejumlah daerah. "Nampak jika rakyat sangat ingin perubahan," kata dia. Makin meningkatnya suara Prabowo juga
berkat kerja partai serta relawan. Mereka bekerja keras untuk meyakinkan rakyat agar memilih Prabowo.

Audy Lieke, salah satu petinggi Tidar juga sangat
yakin Prabowo menang. "Survei boleh nyatakan saat ini Prabowo kalah, tapi kami yakin hari H dia menang," kata dia.

Taufik M Tumbelaka dari Lembaga Studi Sosial & Politik Tumbelaka Academic Centre mengatakan, survei elektabilitas dari Litbang Kompas sangat menarik. Bukan cuma dari hasil, namun sering kali sangat dipercaya oleh sejumlah kalangan karena independen dipercaya.

Angka bisa berubah karena survei dilakukan pada 22 Februari sampai 5 Maret 2019 sedangkan pasca dilakukan survei itu terjadi peristiwa politik seperti ditangkapnya Ketua Umum PPP M Romahurmuziy dan momentum debat resmi antarcapres maupun cawapres.

Kata dia, dinamika ini akan semakin menarik karena menjelang hari ‘H’. Diperkirakan akan terjadi manuver politik guna mengejar margin elektabilitas. Otomatis setiap isu akan ‘dimakan’ oleh masing-masing tim. Pada kondisi ini, setiap kelalaian atau kesalahan akan mempengaruhi elektabilitas.

Lanjut Taufik, dalam kontestasi politik menghadirkan head to head atau satu lawan satu seperti sekarang, maka dinamika akan sangat tajam. Otomatis belum bisa dikatakan siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Kata dia, dalam politik segala sesuatu bisa terjadi, termasuk kandidat yang sekarang tertinggal bisa saja menyusul di injury time.

Lanjut pengamat politik ini, ke depan, masih akan ditunggu hasil survei elektabilitas terakhir khususnya pasca penangkapan ketum PPP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan debat cawapres. Diprediksi selisih akan semakin dekat karena ke dua momentum itu khususnya penangkapan oleh KPK diyakini akan berpengaruh, ini pasti dimanfaatkan oleh kubu Prabowo-Sandi.
Survei melibatkan 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi dengan margin of error 2,2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Petahana Tak Mampu Konter Isu

Ferry Liando, Pengamat politik dari Unsrat mengatakan selisih elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga makin menipis. Kemungkinan terjadi karena sejumlah faktor.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved