Sajjad Meninggal Dunia
Sehari Sebelum Bakar Diri, Sajjad Posting Ini di Facebooknya, Statusnya Sudah Ratusan Kali Dibagikan
sehari sebelum insiden itu Selasa (06/02/2019), Sajjad sempat membuat dan mengunggah sebuah status d Facebooknya
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sajjad, warga Afganistan, penghuni rumah detensi imigrasi (Rudenim) Manado yang membakar diri Kamis (07/02/2019) meninggal dunia, Rabu (13/02/2019) kemarin.
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (13/02/2019), diketahui Sajjad (24) melakukan aksi bakar diri sebagai protes terhadap PBB terkait status mereka.
Akibat aksi bakar diri tersebut, pamannya Muhammad Rahim (60) ikut terbakar saat berdiri disampingnya.
Aksi tersebut dilakukan saat dirinya hendak ditangkap karena memprotes PBB yang tak memenuhi status mereka sebagai pengungsi.
Aksi protes sudah dilakukan oleh puluhan penghuni dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka melakukan unjuk rasa dan mogok makan karena ditolak menjadi pengungsi.
Namun, sebelum membakar diri pada Kamis (07/02/2019) dan dinyatakan meninggal dunia, Rabu (13/02/2019) kemarin, rupanya sehari sebelum insiden itu Selasa (06/02/2019), Sajjad sempat membuat dan mengunggah sebuah status di Facebooknya bernama Sajad.
Status itu berupa petisi untuk meminta dukungan terkait masalah dan keluarganya alami yakni terkait status mereka.
Baca: BREAKING NEWS: Sajjad, Imigran Afghanistan yang Bakar Diri di Rudenim Manado Meninggal Dunia
Baca: 10 Foto Sajjad, Imigran Afghanistan yang Bakar Diri di Rudenim Manado, Ada yang Saat di Kolam Renang
Baca: 11 Foto Sajjad, Imigran Afghanistan yang Bakar Diri di Rudenim Manado, Foto Terakhir Bikin Nangis
Unggahan itu juga ternyata sudah 284 kali dibagikan, dan ada 33 komentar
Berikut isi postingan Sajjad:
Sajad
6 Februari pukul 16.25 · Change.org
Thank you for sharing it again.
Terima kasih sudah membagikannya lagi.

Sedangkan di postingan lainnya di tanggal 01 Februari 2019, Sajjad membagikan sebuah foto dengan memberi keterangan yang panjang menjelaskan apa yang terjadi dengan keluarganya.
