Sajjad Meninggal Dunia
Sehari Sebelum Bakar Diri, Sajjad Posting Ini di Facebooknya, Statusnya Sudah Ratusan Kali Dibagikan
sehari sebelum insiden itu Selasa (06/02/2019), Sajjad sempat membuat dan mengunggah sebuah status d Facebooknya
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Ketika dia didatangi petugas Rudenim dan Polisi. Dia menyiram bensin ditubuhnya dan mengancam bakar diri jika ditangkap.
"Saya sudah bilang, jangan ada yang maju, di situ ada penjaga Rudenim dan Polisi. Namun ada satu Polisi yang maju dan mengatakan coba kalau kamu berani," bebernya.
Sajjad langsung menyalakan korek api, dan tubuhnya langsung terbakar.
"Paman saya Muhammad Rahim, saat itu berdiri di samping saya, saat saya memasang korek api, saya langsung tebakar. Ternyata paman saya juga ikut terbakar," tambahnya.
Kedua dilarikan ke RS RW Mongisidi lalu dirujuk ke RSUP Prof Kandou Manado untuk mendapatkan perawatan medis.
Aksi protes Sajjad tersebut, sebenarnya sudah dilakukan penghuni Rudenim Manado lainnya dalam beberapa tahun terakhir.
Sajjad sudah tinggal selama 9 tahun di Rudenim Manado.
Dia bahkan menghabiskan kuliahnya di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pada 2018 silam
Namun, saat ditemui tribunmanado pada Minggu (10/02/2019), Sajjad sudah menolak bicara karena menahan rasa sakit yang dialaminya.
"Dokter menyuruh kami agar jangan dulu bercerita dengan Sajjad. Dia sedang menahan sakit yang dia alami sekarang," ujar seorang temannya yang sedang menjaganya di ruang rawat RSUP Kandou Manado.
Sajjad tampak tertidur, sesekali dia teriak merasa sakit dengan luka yang dialaminya.
"Maaf Pak, Saya tidak kuat untuk bercerita," ujar Sajjad. (Tribunmanado.co.id/Indry Fransiska Panigoro/juf)
TONTON JUGA VIDEO INI YA: