Pemilu 2019

Satpol PP Minsel Simulasikan Kericuhan Saat Pemilu

Dalam simulasi tersebut digambarkan sekelompok masyarakat yang tidak terima ketika mendapati satu surat suara yang sudah tercoblos dengan sendirinya.

Satpol PP Minsel Simulasikan Kericuhan Saat Pemilu
TRIBUN MANADO/ANDREW PATTYMAHU
Simulasi penanganan kericuhan saat Pemilu oleh Satpol PP Minahasa Selatan, Kamis (14/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Andrew Alexander Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Minahasa Selatan melakukan latihan simulasi kericuhan saat pemilu, Kamis (14/2/2019), di halaman Kantor Bupati Minahasa Selatan, Amurang.

Dalam simulasi tersebut digambarkan ada sekelompok masyarakat yang tidak terima ketika mendapati satu surat suara yang sudah tercoblos dengan sendirinya. Masyarakat langsung mengamuk di depan petugas KPPS TPS 1 Amurang.

Saat ada kericuhan petugas intel Satpol PP langsung menelepon atasan untuk mengirimkan tim reaksi cepat demi menenangkan situasi. Namun tim tersebut tak berdaya saat puluhan warga mengusir mereka pulang dan juga menyandera satu anggota Satpol PP Minsel.

Tak lama kemudian satu peleton Satpol PP Minsel yang tergabung dalam pasukan huru-hara dan dilengkapi tameng serta tongkat pemukul turun ke lokasi kejadian. Kericuhan langsung pecah, saat mereka diadang kelompok masyarakat.

BERITA POPULER:

Baca: 11 Foto Sajjad, Imigran Afghanistan yang Bakar Diri di Rudenim Manado, Foto Terakhir Bikin Nangis

Baca: Penemuan Mayat Wanita Tua di Kompleks Rudis Wali Kota Manado, Korban Mendiami Rumah Itu Sejak 1960an

Baca: Soal Puisi Doa yang Ditukar, Mahfud Anjurkan Fadli Zon Dilapor ke Mahkamah Kehormatan Dewan

Satu orang dari masyarakat cedera saat mencoba melukai petugas Satpol PP dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Sedangkan satu orang diduga provokator diamankan kemudian dibawa ke markas Satpol PP Minsel untuk ditindak.

Akhirnya kericuhan ini reda dan masyarakat kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Satpol PP Minsel Henri Palit mengungkapkan, latihan tersebut untuk mengantisipasi kericuhan Pemilu 2019 yakni pilcaleg dan pilpres.

"Instrukturnya dari TNI Angkatan Laut," kata dia. (*)

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved