Karangetang Belum Aman, Kepulan Asap dari Guguran Lava Masih Terlihat

Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan direkomendasikan agar tidak mendekat, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya.

Karangetang Belum Aman, Kepulan Asap dari Guguran Lava Masih Terlihat
Tribun Manado
Guguran lava Gunung Karangetang menuju ke laut. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro masih tinggi.

Berdasarkan pantauan petugas pemantau Gunung Karangetang, Minggu (10/2/2019), asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.

Asap kawah dua putih sedang-tebal, tinggi sekitar 50 meter, embusan asap putih-kelabu sedang, tinggi sekitar 200 meter.

"Berdasarkan pantauan visual dari laut depan kampung Batubulan teramati guguran lava ke arah kali Malebuhe sekitar 1.000-1.500 meter," ujar Didi Wahyudi, petugas pemantau Karangetang.

Baca: Layani Korban Karangetang, Dokter Yoraine Belum Sempat Pulang Rumah

Baca: Tembus ke Wilayah Terisolasi Batubulan, Bupati Sitaro: Kita Bersyukur, Ada Maksud Tuhan

Ia menjelaskan, leleran lava pada jarak sekitar 3.500 meter dari kawah dua masih sering terjadi kepulan asap putih-kelabu tebal.

Sementara untuk aktivitas kegempaan, jumlah guguran terjadi tiga kali dengan amplitudo 3 milimeter, durasi 30-45 detik. Eembusan 10 kali dengan amplitudo 4-51 milimeter, durasi 20-65 detik.

Gempa fase banyak terjadi dua kali dengan amplitudo 3 milimeter, S-P 0 detik, berdurasi 15 detik. Tektonik jauh terjadi tiga kali dengan amplitudo 3-17 milimeter, S-P 20 detik, durasi 60-140 detik. Tremor menerus terekam dengan amplitudo 0.25 milimeter (dominan 0.25 milimeter).

"Status gunung masih tetal Level III (Siaga)," ujarnya.

Baca: Ada 4 Pengungsi Karangetang Sedang Hamil, Satu Orang Akan Melahirkan

Baca: Daerah Rawan Guguran Lava Gunung Karangetang Meluas hingga di Laut

Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan direkomendasikan agar tidak mendekat, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (Selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Masyarakat di sekitar yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

"Siapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu," jelasnya.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (*)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved