Meiva Salindeho Curhat Kesusahan Warga Kepulauan di Sidang Paripurna, dari Pala hingga BBM Mahal
Meiva Salindeho, Anggota DPRD Sulut memanfaatkan Rapat Sidang Paripurna DPRD, Rabu (16/1/2019) untuk mengungkap curahan hati
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Meiva Salindeho Curhat Kesusahan Warga Kepulauan di Sidang Paripurna, dari Pala hingga BBM Mahal
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Meiva Salindeho, Anggota DPRD Sulut memanfaatkan Rapat Sidang Paripurna DPRD, Rabu (16/1/2019) untuk mengungkap curahan hati (curhat) kesusahan warga kepulauan.
Mulai dari tunjangan guru, harga BBM, sampai infrastruktur ia suarakan, bahkan dengan narasi ironi.
Ketika turun reses, legislator asal Dapil Kepulauan ini mendapat keluhan soal tunjangan guru kepulauan yang 2 tahun tak dibayarkan
Ada lagi di Sangihe, soal infrastruktur jalan yang rusak parah. Bahkan, Meiva semlat menyentil kalau itu berada si kampung halaman Sekprov Sulut Edwin Silangen.
Baca: Reses di Kantor Sinode GMIST, Meiva Salondeho Lintang Serap Aspirsasi Pendeta
Baca: Meiva Salindeho Desak Pemprov Sulut Perhatikan Sekolah di Kepulauan
Baca: Sidang Perdana DPRD Sulut, Felly Runtuwene Protes Laporan Pertanggungjawaban Tak Dibaca Disidang
"Ada siswa yang harus jalan kaki 8 kilometer untuk ke sekolah, di zaman modern masih ada juga masalah seperti ini," ungkap dia.
Ia tahu pemerintah sudah menetapkan program BBM satu harga, tapi nyatanya harga BBM di kepulauan masih saja menembus Rp 30.000
“Ini terjadi bukan hoaks, solusinya membangun fasilitas untik mempermurah. Ini penting. Laut ganas, jangan dijadikan alasan," kata dia.
Begitu pun soal menurunnya harga komoditas perkebunan Sitaro yakni pala
"Ini pala sitaro, bukan pala-pala (paha), sama dengan harga kopra juga turun," ujar dia
Curhatan Meiva, belakangan direspons Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw.
Ia mengatakan, para wakil rakyat tak usah cemas soal aspirasi yang diperoleh dari masyarakat
"Aspirasi ini tidak cuma lewat, sekprov akan elaborasi dengan SKPD terkait," kata dia.
Aspirasi semisal jalan, dibagi kewenangannya baik jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kota/kabupaten.
Pemprov Sulut terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah. (ryo)