Meiva Salindeho Desak Pemprov Sulut Perhatikan Sekolah di Kepulauan
Meiva Salindeho, Anggota DPRD Sulut langsung menyorot TAPD untuk memperhatikan pendidikan di daerah kepulauan
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Indry Panigoro
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut membahas APBD 2019 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemorov Sulut di Gedung Cengkih, Kairagi, Manado, Kamis (15/11/2018)
Meiva Salindeho, Anggota DPRD Sulut langsung menyorot TAPD untuk memperhatikan pendidikan di daerah kepulauan.
Baca: 30 Caleg Sudah Ambil Rekomendasi di Kesbangpol
Ia mencontohkan di Nusa Tabukan, satu di antra pintu masuk perdagangan di perbatasan, selain Marore.
Daerah perbatasan harus jadi beranda depan sesuai program Presiden Jokowi.
Baca: Duel Felly-Andrei Bisa Merembes ke Partai, PDIP Lawan Nasdem di Pilgub 2020
"Di Nusa Tabukan ada SMK, hanya 3 guru dan 1 guru bantu, Infrastrukrur masih terbatas, ini yang mencolok di daerah kepulauan," ungkap dia.
Baca: Tingkatkan Swasembada Pangan, Anggota TNI Panen Padi
Kemudian, Politeknik Nusa Utara (Polnustar) tahun lalu dimintakan agar dibangunkan laboratorium, tapi belum dipenuhi.
"Yang dipenuhi itu fasilitas bus, terima kasih ada kebijakan seperti itu, tapi lab juga penting," ungkap dia.
Baca: Di Rapat Banggar, Edwin Lontoh Kritik Pemprov Jangan Lips Service
Ia mengapresiasi bantuan pemerintah sudah dua tahun ini dapat seragam gratis.
"Tahun depan kalau bisa ganti bantuan alat tulis menulis, buku, sekolah, tas dan sebagainya, saya sudah konsultasi dengan kepala dinas pendidikan," ujar dia.
Baca: Peserta CPNS Minim Lulus Passing Grade, Billy Lombok Kritik Kualitas Pendidikan Sulut
Usulan Meiva ini berlaku di tiga daerah kepulauan, Sangihe, Sitaro dan Talaud. (ryo)