Perampokan di GPI

Dialeg Perampok di GPI Bukan dari Manado, Polisi Masih Memburu Empat Perampok

Sejumlah barang berharga hingga jutaan rupiah tunai milik Camat Mapanget Rein Heydemans di Perumahan GPI digasak maling

Dialeg Perampok di GPI Bukan dari Manado, Polisi Masih Memburu Empat Perampok
Istimewa
Istimewa / FB / Susan Susan Margaret Palilingan Manueke 

 Dialeg Perampok di GPI Bukan dari Manado, Polisi Masih Memburu Empat Perampok

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejumlah barang berharga hingga jutaan rupiah, uang tunai milik Camat Mapanget Rein Heydemans di Perumahan Griya Paniki Indah (GPI) Kecamatan Mapanget, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (12/01/2019) pukul 02.00 Wita dini hari digasak gerombolan maling.

Rumah camat yang terletak di Jalan Markisa itu dicungkel jendela kamar depan rumah oleh para maling dan masuk menodong penghuninya.

Keempatnya menggunakan penutup wajah membawa parang dan senter.

Mereka menodong supaya tak berteriak dan memaksa mereka menyerahkan seluruh barang berharga serta perhiasan lalu mengunci enam punghuni rumah ini di dalam kamar.

Baca: Kapolresta Kombes Pol Benny Bawensel Turun Menyelidiki Perampokan di Rumah Camat Mapanget di GPI

Baca: Perampok Beraksi di GPI, Rumah Camat Mapanget Dibobol, Uang Jutaan Rupiah dan sepeda Motor Diambil

Baca: Perampok di Rumah Camat Mapanget di GPI Pakai Penutup Wajah, Mengancam Pakai Parang

Para maling itu lalu menggasak barang-barang berharga di lantai satu hingga ke lantai dua.

Mereka juga membuka paksa kendaraan dinas camat namun tak menemukan barang berharga.

Belasan telepon selular, jutaan uang tunai, sepatu, perhiasan emas total senilai Rp 30 juta, dan satu unit sepeda motor Honda Beat.

Istimwa FB / Susan Margaret Palilingan
Istimwa FB / Susan Margaret Palilingan (Istimewa)

Menurut korban, para maling ini bukan orang Manado lantaran dialeknya berbeda.

Dua jam kemudian para penghuni berhasil keluar dari kamar tempat disekap melalui jendela kamar.

Sementara, para maling telah berhasil kabur membawa barang curian mereka.

"Pelakunya menggunakan dialeg Jawa. Memang di TKP kami menemukan sejumlah barang bukti, saat ini kami masih melakukan penyelidikan," kata Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani. (Tribunmanado.co.id/Alexander Pattyranie)

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel turun langsung melakukan penyelidikan di rumah Camat Mapanget yang mengalami pencurian dan anggota keluarganya disekap di Perumahan GPI, Jalan Markisa 1 Nomor 10, Minggu (13/1/2019).
Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel turun langsung melakukan penyelidikan di rumah Camat Mapanget yang mengalami pencurian dan anggota keluarganya disekap di Perumahan GPI, Jalan Markisa 1 Nomor 10, Minggu (13/1/2019). (Tribun manado/Arthur Rompis)

Baca: Kapolresta Kombes Pol Benny Bawensel Turun Menyelidiki Perampokan di Rumah Camat Mapanget di GPI

Baca: Kronologi Pembunuhan Apong di Perumahan GPI Manado: Korban Dikejar Pakai Motor hingga Motifnya

Baca: Pemerkosa Siswi SMA Tomohon Ternyata Lakukan Hal Kriminal Ini Saat Kerja di Papua, Lalu Kabur

Baca: Kronologi Pemerkosaan Siswi SMA Tomohon: Pelaku Lakukan Aksinya di Gubuk hingga Bawa Lari Korban

Baca: Identitas 3 Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas di Perempatan Walian Tomohon, Seorang Mahasiswa

Baca: 9 Fakta Deasy Tuwo Tewas Dimangsa Buaya Bosnya - dari Kebaikannya hingga Cerita Mantan Pawang Buaya

Baca: 8 Kasus Manusia Diterkam Buaya yang Menghebohkan, Ada yang Diterkam saat Sedang Buang Air Besar

Baca: 7 Fakta terkait Buaya yang Terkam Deasy Tuwo: Namanya, Usia 20 Tahun hingga Milik WN Jepang

Baca: 9 Fakta Kasus Buaya Terkam Deasy Tuwo di Ranowangko: Kronologi, Kondisi Jasad hingga Milik WN Jepang

Penulis: Alexander Pattyranie
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved