Kasus HIV/AIDS Tinggi, Wilayah Kepulauan Tak Ada Fasilitas Pemeriksaan

Pengelola Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Manado Joni Wuisan mengatakan, wilayah kepulauan juga mengoleksi banyak penderita HIV/AIDS.

Kasus HIV/AIDS Tinggi, Wilayah Kepulauan Tak Ada Fasilitas Pemeriksaan
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Pengelola Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Manado Joni Wuisan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengelola Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Manado Joni Wuisan mengatakan, wilayah kepulauan juga mengoleksi banyak penderita HIV/AIDS.

"Di Sangihe ada 14 penderita HIV dan 51 penderita AIDS, di Sitaro 4 HIV dan 24 AIDS sementara di Talaud 9 HIV dan 32 AIDS," kata dia.

Menurutnya, sebaran HIV/AIDS di Sulut sudah merata.

Baca: Bayi dan Ibu Penderita HIV/AIDS di RSUP Kandou Butuh Uluran Tangan

Di wilayah kepulauan di Nusa Utara, kasus HIV/AIDS meningkat pesat.

MB, bayi berusia 8 bulan asal Kabupaten Sangihe yang terinfeksi virus HIV menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Irine E RSUP Kandou. (Tribunmanado)
MB, bayi berusia 8 bulan asal Kabupaten Sangihe yang terinfeksi virus HIV menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Irine E RSUP Kandou. (Tribunmanado) (Tribunmanado)

"Andaikan di sana ada fasilitas pemeriksaan AIDS pasti lebih banyak lagi penderita," kata dia.

Baca: Kisah Penderita HIV, Dikucilkan di Masyarakat, Ingin Anak Bayinya Dibaptis

Ia membeber, wilayah kepulauan belum ada fasilitas pemeriksaan HIV/AIDS.

Pasien yang ingin memeriksakan diri harus ke Manado.

Bayi usia 8 bulan berinisial MB di ruang Isolasi RSUP Prof dr RD Kandou Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (05/12/2018).
Bayi usia 8 bulan berinisial MB di ruang Isolasi RSUP Prof dr RD Kandou Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (05/12/2018). (Tribunmanado)

Untuk obat, kata dia, juga tak ada di kepulauan.

"Setiap bulan dikirim dari Manado, untuk Sulut obat baru ada di Manado, Tomohon dan Bitung," kata dia.

Baca: Begini Keadaan Bayi Penderita HIV/AIDS yang Dirawat di RSUP Kandou

Menurut dia, obat dikirim dari Dinas Kesehatan sesuai kebutuhan.
Stok lengkap.

"Obatnya yakni ARV, diberikan secara gratis, " kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved